Minggu, 15 Januari 2012

Bahaya Mie Instan

Makanan yang paling mudah dan cepat saji serta rasanya pun banyak di gemari muali dari kalangan muda sampai tua. Namun dibalik semua kelebihan mie instan ternyata banyak sekali masalah yang bisa ditimbulkan khususnya bagi kesehatan, untuk itu saya sengaja membuat postingan tentang bahaya mie instan bagi kesehatan agar kita semua bisa terhindar dari bahaya tersebut.

Mi instan adalah mi yang sudah dimasak terlebih dahulu dan dicampur dengan minyak, dan bisa dipersiapkan untuk konsumsi hanya dengan menambahkan air panas dan bumbu – bumbu yang sudah ada dalam paketnya.

Mi instan diciptakan oleh Momofuku Ando pada 1958, yang kemudian mendirikan perusahaan Nissin dan memproduksi produk mi instan pertama di dunia Chicken Ramen (ramen adalah sejenis mi Jepang) rasa ayam. Peristiwa penting lainnya terjadi pada 1971 ketika Nissin memperkenalkan mi dalam gelas bermerek Cup Noodle. Kemasan mi adalah wadah styrofoam tahan air yang bisa digunakan untuk memasak mi tersebut. Inovasi berikutnya termasuk menambahkan sayuran kering ke gelas, melengkapi hidangan mi tersebut. Menurut sebuah survei Jepang pada tahun 2000, mi instan adalah ciptaan terbaik Jepang abad ke-20. Hingga 2002, setidaknya ada 55 juta porsi mi instan dikonsumsi setiap tahunnya di seluruh dunia.

Saat ini, Indonesia adalah produsen mi instan yang terbesar di dunia. Dalam hal pemasaran, pada tahun 2005 Tiongkok menduduki tempat teratas, dengan 44,3 milyar bungkus, disusul dengan Indonesia dengan 12,4 milyar bungkus dan Jepang dengan 5,4 milyar bungkus. Namun Korea Selatan mengonsumsi mi instan terbanyak per kapita, dengan rata-rata 69 bungkus per tahun, diikuti oleh Indonesia dengan 55 bungkus, dan Jepang dengan 42 bungkus.

Mi instan sifatnya praktis dan cepat memasaknya membuat makanan satu ini banyak disukai orang, terutama orang yang tidak memiliki banyak waktu. Tetapi ada beberapa hal yang perlu diketahui semua orang, bahwa kandungan gizi pada mi instan tidak lengkap, perlu tambahan bahan makanan lain agar nilai gizinya lebih baik. Selain itu mi instan lebih baik direbus sebanyak dua kali, terutama untuk mi instan berkuah.

Mi instan sudah merupakan salah satu makanan terfavorit warga Indonesia. Bisa dipastikan hampir setiap orang telah mencicipi mi instan atau mempunyai persediaan mi instan di rumah. Bahkan tak jarang orang membawa mi instan saat ke luar negeri sebagai persediaan “makanan lokal” jika makanan di luar negeri tidak sesuai selera. Ini karena rasa mie instan yang gurih sekali karena memakai berbagai bumbu yang tak jarang berbahaya bagi kesehatan seperti MSG, pengawet buatan, perasa buatan sehingga rasanya jadi seperti rasa ayam, sapi, bakso, dan sebagainya.

Beberapa kasus akibat kegilaan seseorang dengan mie instan :

1. diberitakan di majaah NOVA beberapa tahun yang lalu , “Usus Dipotong akibat Kebanyakan Mi Instan”
MAKSUD hati membantu suami menambah penghasilan, apa daya anak jadi korban. Akibat kerap meninggalkan buah hatinya, Hilal Aljajira (6), Erna Sutika (32) kini harus menelan pil pahit. Usus Hilal bocor dan membusuk hingga harus dipotong. Rupanya tiap hari Hilal hanya menyantap mi instan karena di rumah tak ada orang yang memasakkan makanan untuknya. Berikut cerita Erna.

Saat usia Hilal menginjak 2 tahun, aku memutuskan bekerja, membantu keuangan keluarga mengingat penghasilan suamiku, Saripudin (39), kurang mencukupi kebutuhan keluarga.
Aku bekerja di perusahaan pembuat bulu mata palsu, tak jauh dari rumah kami di Garut. Setiap berangkat kerja, Hilal kutitipkan kepada ibuku. Di situ, ibuku kerap memberinya mi instan. Bukan salah ibuku, sih, karena sebelumnya, aku juga suka memberinya makanan itu jika sedang tidak masak.
Ternyata, Hilal jadi “tergila-gila” makanan itu. Ia akan mengamuk dan mogok makan jika tak diberi mi instan. Ya, daripada cucunya kelaparan, ibuku akhirnya hanya mengalah dan menuruti kemauan Hilal. Lagi pula, kalau tidak diberi, Hilal pasti akan membeli sendiri mi instan di warung dekat rumah dengan uang jajan yang kuberikan. Praktis, sehari dua kali ia makan mi instan.

2. Ada orang yang sekarang usianya sekitar 48 tahunan tapi sudah 4 tahun terakhir ini kemana-mana membawa alat sebagai pengganti anusnya, karena usus bawah sampai dengan anus telah dipotong sebab sudah tidak bisa dipakai lagi pasalnya waktu mahasiswa dengan alasan ekonomi mengkonsumsi mie instant secara berlebihan sehingga bagian usus yang dipotong tersebut adalah tempat mengendapnya bahan pengawet yang selalu ada di setiap mie instant mungkin sejenis borax pengawet untuk mayat (data menunjukan bahwa import borax dan sejenisnya sangat besar ke Indonesia) dan walhasil menimbulkan pembusukan ditempat tersebut, semoga semua pihak berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan seperti bakso, sosis, mie dll

3. Ada orang yang pernah terkena kanker getah bening (8 kelenjar getah bening kena), dan berobat selama hampir 1 tahun di Singapore menghabiskan lebih dari 1 Milyar pada tahun 1996 sampai 1997 (untung ditanggung kantor), akibat dia mengkonsumsi indomie plus korned selama 4 tahun terus menerus setiap hari(dengan alasan karena istrinya sibuk kerja). Menurut dokter yg mengobati nya, penyebab utamanya adalah pengawet yg ada di indomie dan korned tsb.

Bahan-bahan lain yang harus diwaspadai yang terkandung dalam mie instan adalah :

1). Bumbu dan pelengkap
Bumbu yang digunakan antara lain adalah MSG atau vetsin. Titik kritisnya adalah pada media mikrobial, yaitu media yang digunakan untuk mengembangbiakkan mikroorganisme yang berfungsi memfermentasi bahan baku vetsin. Sedangkan bahan pelengkap mie instan adalah bahan-bahan penggurih yaitu HVP dan yeast extract. HVP atau hidrolized vegetable protein merupakan jenis protein yang dihidrolisasi dengan asam klorida ataupun dengan enzim. Sumber enzim inilah yang harus kita pertanyakan apakah berasal dari hewan, tumbuhan atau mikroorganisme. Kalau hewan tentu harus jelas hewan apa dan bagaimana penyembelihannya. Sedangkan yeast extract yang menjadi titik kritis adalah asam amino yang berasal dari hewan.

2). Bahan penambah rasa
Bahan penambah rasa atau flavor selalu digunakan dalam pembuatan mie instan. Bahan inilah yang akan memberi rasa mie, apakah ayam bawang, ayam panggang, kari ayam, soto ayam, baso, barbequ, dan sebagainya. Titik kritis flavor terletak pada sumber flavor. Kalau sumber flavor dari hewan, tentu harus jelas jenis dan cara penyembelihannya. Begitupun flavor yang berasal dari rambut atau bagian lain dari tubuh manusia, statusnya adalah haram.

3). Minyak sayur
Minyak sayur menjadi bermasalah bila sumbernya berasal dari hewan atau dicampur dengan lemak hewan.

4). Solid Ingredient
Solid ingredient adalah bahan-bahan pelengkap yang dapat berupa sosis, suwiran ayam, bawang goreng, cabe kering, dan sebagainya. Titik kritisnya tentu pada sumber hewani yang digunakan.

5). Kecap dan sambal
Kecap dan sambal pun harus kita cermati lho. Kecap dapat menggunakan flavor, MSG, kaldu tulang untuk menambah kelezatannya.
Dalam hal ini yang harus anda perhatikan dan dicamkan ialah “Peringatan bagi kita semua bahwa Mie Instan tidak boleh dimasak bersamaan dengan bumbunya karena MSG yang terkandung didalamnya bila dimasak diatas suhu 120°C akan berpotensi menjadi Karsinogen Pembawa Kanker. Perhatikan prosedur penyajian pada bungkus Mie Instan, semua menganjurkan agar masak mie dulu baru ditaburi bumbu atau bumbunya di taruh di mangkok”

Seperti itulah ulasannya, sekarang bagaimana anda untuk bisa menjalaninya. Tentunya kesehatan lebih penting untuk anda. Adapun minuman kesehatan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh agar kesehatan anda tetap terjaga yaitu dengan XAMthone plus jus kulit manggis, banyak sekali khasiatnya diantranya sebagai obat kelenjar getah bening, obat asam urat, obat herbal kolesterol, obat penyakit diabetes.

sumber : http://penyakit.biz/bahaya-mie-instan-bagi-kesehatan

9 Tips Membersihkan Jerawat

Dalam artikel ini, saya akan memberikan beberapa cara menghilangkan jerawat yang mudah untuk anda ikuti. Saya menyadari bahwa wajah adalah pesona setiap insan, baik itu pria atau wanita. Hal yang pertama kali diperhatikan jika kita bertemu seseorang adalah wajah. oleh karena itu kita wajib menjaga kebersihan wajah kita. Jika di wajah kita muncul yang namanya jerawat, pasti akan mengganggu sekali terhadap penampilan kita…khususnya bagi wanita yang selalu peduli akan kecantikan.

Jerawat akan lebih menyiksa lagi karena sering muncul pada masa pubertas yang katanya sebagian besar orang adalah masa yang paling indah, masa2 pacaran. bagaimana kita bisa punya pacar jika wajah kita merupakan sarang jerawat? Pasti sulit sekali bukan? Berikut ini tips yang akan membuat jerawat anda hilang dan tidak akan mengganggu penampilan anda lagi :
1. Mencuci wajah 2 kali sehari

Tips menghilangkan jerawat yang pertama adalah dengan cara mencuci wajah 2 kali sehari. Mencuci wajah 2 kali sehari akan membantu menghilangkan minyak di permukaan kulit kita. Jika kita jarang membersihkannya, maka bakteri penyebab jerawat akan hidup subur di wajah kita. Namun ingat..jangan mencuci wajah apalagi menggosok wajah secara berlebihan karena malah akan meningkatkan produksi minyak sobaceous yang dapat menyebabkan masalah kulit pada wajah. Cucilah wajah 2 kali sehari dengan menggunakan sabun yang lembut.

2. Sesuaikan kosmetik dengan jenis kulit anda

Jika kulit anda berminyak maka gunakanlah kosmetik untuk kulit berminyak, jika kosmetik yang anda gunakan tidak sesuai dengan jenis kulit anda..jerawat akan segera mendatangi kulit wajah anda. Jadi berhati-hatilah dalam memilih kosmetik.

3. sebisa mungkin hindari kosmetik yang berminyak.

secara alami wajah kita akan menmproduksi minyak, bahkan kulit kering sekalipun. Jadi sebisa mungkin hindarilah hindarilah menggunakan kosmetik yang berlebihan karena minyak dan debu akan menjadi media bakteri penyebab jerawat untuk bermukim di wajah kita.

4. Keringkan wajah kita dengan handuk yang bersih setelah cuci muka atau mandi, karena bakteri juga menyukai tempat yang lembab dan hangat.

5. Minum air putih

Hampir 70% kulit kita terdiri dari air, dengan minum air minimal 2 liter sehari, maka kulit kita akan selalu fit dan sehat.

6. gunakan pelembab kulit

Menggunakan pelembab akan membantu menyehatkan kulit kita, terutama dari kulit kering dan pecah2. Namun pelembab disini bukan berarti pelembab yang berminyak..sekarang sudah banyak produk kosmetik yang berbahan dasar air.

7. selalu pastikan kulit anda bersih sebelum tidur.

Selalu cuci muka anda sebelum tidur agar kulit beregenerasi dengan baik.

8. Sering-seringlah makan sayur dan buah.

sayur2an mengandung banyak vitamin yang menyehatkan kulit kita. Perbanyaklah makan sayur atau buah, terutama yang mengandung vitamin E. Dengan kulit yang sehat, maka jerawat akan sukar untuk tumbuh dan berkembang.

9. Tidur yang cukup dan teratur.

Kulit juga sama seperti kita, butuh istirahat. Jadi biasakanlah untuk tidur yang cukup dan teratur. Karena saat kita tidur, kulit akan beregenerasi dan membuang racun2 yang berbahaya sehingga saat kita bangun keesokan harinya kulit kita akan kebali segar.

9 cara menghilangkan jerawat diatas merupakan tips menghilangkan jerawat yang sangat mudah untuk diikuti. Jika anda melakukannya dengan teratur dan disiplin, bukan tidak mungkin jerawat di wajah anda akan berangsur-angsur hilang..dan wajah anda menjadi mulus lagi serta bebas jerawat. Semoga tips menghilangkan jerawat ini bermanfaat bagi anda.

sumber: http://www.pusatgratis.com/info/9-tips-menghilangkan-jerawat.html

Tips Membersihkan Layar Laptop

ardware penting dalam laptop salah satunya adalah LCD monitor. Perawatan yang tepat adalah kunci agar LCD monitor laptop kita awet dan tahan lama. Karena jika terjadi kerusakan bukan hanya harga yang harus kita bayar mahal untuk perbaikannya tetapi juga tugas-tugas kita akan terbengkelai karenanya.

Sebagai user laptop yang baik sudah semestinya kita menguasai cara perawatan monitor laptop yang baik. Untuk itulah tips-komputer.com akan berbagi cara perawatan monitor laptop yang baik dan benar.

Yuk kita simak :-)

1. Simpanlah laptop dalam tas agar monitor terhindar dari debu saat tidak digunakan.

2. Hindari menyentuh layar laptop dengan tangan apalagi dengan benda-benda yang keras.

3. Dilarang menyemprot cairan pembersih secara lansung ke layar laptop, gunakanlah kain halus untuk memediator antara cairan dan layar laptop.

4. Jangan letakkan benda-benda berat diatas laptop, apabila di tas jangan sampai tertekan keras oleh buku dan benda lain.

5. Pelan-pelan saja saat menutup laptop jangan menekan apalagi membanting

6. Gunakan pembersih standar dan baca petunjuk penggunaannya.

7. Jangan gunakan pembersih yang mengandung amoniak dan alkohol, bertanyalah kepada penjual kandungannya.
Demikianlah Tips Trik Komputer tentang Tips Mudah Cara Merawat Monitor Laptop yang Baik dan Benar semoga membantu Anda. Terimakasih atas kunjungan Anda, semoga menjadikan belajar komputer online kita bermanfaat

sumber: http://tips-komputer.com/tips-mudah-cara-merawat-monitor-laptop-yang-baik-dan-benar.html

Resep Brownies Cokelat Panggang

Resep Brownies Cokelat Panggang

Bahan :

120 gr tepung terigu
200 gr margarin
3 btr telur, kocok hingga mengembang
200 gr dark cooking chocolate, potong-potong
150 gr gula pasir
60 gr potongan kacang almond/kenari
1/2 sdt garam

Cara Membuat :

Panaskan margarin hingga meleleh. Masukkan potongan cokelat, gula pasir dan garam, aduk hingga cokelat meleleh dan gula larut. Angkat,sisihkan.
Tuang tepung terigu sedikit demi sedikit dan kocokan telur kedalam adonan coklat,sambil diaduk2 sampai tercampur rata.Tambahkan potongan kacang almond/kenari. Aduk rata.
Tuang adonan ke dalam loyang yang sudah diolesi margarin dan dialasi kertas roti, ratakan. Taburi atasnya dengan irisan kacang almond.
Panggang di dalam oven bertemperatur 170 derajat celcius selama 45 menit atau hingga kue matang.Untuk mengecek kue sudah matang atau belum tusukan lidi kedalam kue bila adonan kue tidak lengket dilidi berarti kue sudah matang,Angkat.Tunggu sampai kue dingin baru keluarkan dari loyang.Potong-potong dan sajikan.


Sumber : http://kreasimasakan.blogspot.com/2011/04/resep-brownies-coklat-panggang.html

Sejarah Pempek

Menurut sejarahnya, pempek telah ada di Palembang sejak masuknya perantau Cina ke Palembang, yaitu di sekitar abad ke-16, saat Sultan Mahmud Badaruddin II berkuasa di kesultanan Palembang-Darussalam. Nama pempek atau empek-empek diyakini berasal dari sebutan "apek", yaitu sebutan untuk lelaki tua keturunan Cina.

Berdasar cerita rakyat, sekitar tahun 1617 seorang apek berusia 65 tahun yang tinggal di daerah Perakitan (tepian Sungai Musi) merasa prihatin menyaksikan tangkapan ikan yang berlimpah di Sungai Musi. Hasil tangkapan itu belum seluruhnya dimanfaatkan dengan baik, hanya sebatas digoreng dan dipindang. Si apek kemudian mencoba alternatif pengolahan lain. Ia mencampur daging ikan giling dengan tepung tapioka, sehingga dihasilkan makanan baru. Makanan baru tersebut dijajakan oleh para apek dengan bersepeda keliling kota. Oleh karena penjualnya dipanggil dengan sebutan "pek … apek", maka makanan tersebut akhirnya dikenal sebagai pempek atau empek-empek.

Pada awalnya pempek dibuat dari ikan belida. Namun, dengan semakin langka dan mahalnya harga ikan belida, ikan tersebut diganti dengan ikan gabus yang harganya lebih murah, tetapi dengan rasa yang tetap gurih.

Pada perkembangan selanjutnya, digunakan juga jenis ikan sungai lainnya, misalnya ikan putak, toman, dan bujuk. Dipakai juga jenis ikan laut seperti Tenggiri, Kakap Merah, parang-parang, ekor kuning, dan ikan sebelah.

sumber :http://tiraikasih.tripod.com/Sejarah_Pempek.htm

Kamis, 01 Desember 2011

PEMBUATAN TAMBAHAN LAHAN PARKIR SEPEDA MOTOR

PROPOSAL

PEMBUATAN TAMBAHAN LAHAN PARKIR SEPEDA MOTOR DI UNIVERSITAS GUNADARMA KAMPUS H KELAPA DUA DEPOK






DiajukanOleh :
ERWIN PADEKA SIMANJUNTAK
15109766





JURUSAN SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK
2011




BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penelitian
Pada dasarnya sebuah universitas harus mempunyai sarana dan prasarana yang harus memadai, contohnya harus tersedianya ruang kelas, ruang dosen, ruang praktikum, toilet, masjid, taman, serta kantin , tetapi saya melihat bahwa tempat parkir motor di Universitas Gunadarma Depok terutama di kampus E sudah overload akibatnya rumput yang tadinya tidak noleh di injak sekarang malah menjadi tempat parkir motor, pada waktu pertama saya masuk Universitas Gunadarma pada tahun 2009 tempat parkir tidak sepadat ini, mungkin apa ini disebabkan oleh membludaknya mahasiswa baru yang tidak berimbang dengan mahasiswa yang lulus atau keluar.
1.2 Batasan Masalah
Dalam batasan masalah kali ini saya sebagai peneliti akan memfokuskan pada tingkat kesulitan mahasiswa yang membawa motor untuk mencari lahan parkir di Universitas Gunadarma kampus E.
1.3 Rumusan Masalah Penelitian
Bagaimana mahasiswa yang membawa sepeda motor mendapatkan kenyamanan dan kemudahan ketika mencari parkir di sekitar kampus H Universitas Gunadarma ? dan apakah hal-hal penunjang yang harus tersedia di kampus itu ?
1.4 Tujuan Penelitian
Dalam membuat penelitian ini tentu saja saya mempunyai tujuan dan tujuan itu adalah untuk memberitahukan kepada pihak kampus untuk membuat fasilitas baru di kampus Universitas Gunadarma kampus E yaitu berupa tempat parkir tambahan untuk sepeda motor dan mobil.
1.5 Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini agar pihak kampus segera membangun tempat parkir tambahan agar mahasiswa tidak kesulitan untuk memarkirkan sepeda motornya supaya mahasiswa tidak kembali disuruh memparkirkan sepeda motornya di kampus G Gunadarma, karena jika tempat parkir sudah penuh terkadang petugas satpam disitu menyuruh mahasiswa untuk parkir di kampus gundarma yang lainnya, secara langsung itu menyita waktu mahasiswa untuk belajar dikelas.







BAB II
LANDASAN TEORI

Penggunaan mobil pribadi sebagai moda transportasi utama dari dan menuju kampus berdampak pada peningkatan kebutuhan lahan parkir dan kepadatan lalulintas pada beberapa ruas jalan disekitar kampus. Masalah tersebut tidak dapat diatasi hanya dengan melakukan penambahan luas lahan parkir dan pelebaran jalan, solusi tersebut menjadi tidak efektif untuk jangka panjang selama tingkat ketergantungan mahasiswa terhadap penggunaan mobil pribadi masih sangat dominan.
Tingginya tingkat ketergantungan terhadap mobil pribadi sebenarnya merupakan
kecenderungan yang sudah berlangsung selama abad terakhir, yaitu terjadinya siklus
berulang peningkatan perjalanan dengan menggunakan mobil pribadi, pengurangan
pilihan moda alternatif, kebijakan tata-guna lahan dan pembangunan prasarana yang
semakin berorientasi kepada pengguna mobil pribadi semakin mendorong tingginya
tingkat ketergantungan terhadap mobil pribadi pada sebagian besar komunitas di seluruh
dunia. Gambar 1 memperlihatkan ilustrasi dari siklus tersebut (OTE, 2005).

Untuk mengatasi tingginya ketergantungan terhadap penggunaan mobil pribadi perlu dilakukan pendekatan alternatif selain sekedar menambah supply, yaitu dengan
mengatur demand, salah satu caranya adalah melalui upaya mendorong peralihan moda
dari Single Occupancy Vehicle (SOV) menjadi High Occupancy Vehicle (HOV) yang
merupakan salah satu bagian dari program Transportation Demand Management
(TDM).
Pimpinan pada beberapa perguruan tinggi di luar negeri menemukan bahwa program University TDM atau Campus Transport Management (CTM) sangatlah populer bagi kalangan mahasiswa dan karyawan yang memperoleh manfaat berupa penghematan biaya dan alternatif moda transportasi selain bermobil sendirian setiap hari. Mahasiswa mempunyai kesempatan berpengalaman dengan berbagai macam moda transportasi yang akan mempengaruhi perilaku mereka dalam memilih moda transportasi di masa mendatang. (Toor, s.a.).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar dampak penerapan fasilitas antar-jemput bagi mahasiswa untuk mengurangi penggunaan mobil pribadi di
Universitas Kristen Petra (UKP).
Sumber : http://www.academia.edu/AddAffiliation



BAB III
METODE PENELITIAN
Tempat yang saya pilih untuk penelitian adalah Universitas Gunadarma Kampus H Kelapa dua Depok, pada waktu sekitar 1 bulan
Minggu I : Persiapan apa saja yang ingin diteliti.
Minggu II : Pengumpulan dan analisis data
Minggu III : Membuat Programnya
Minggu IV : Menyusun Laporan

Selasa, 29 November 2011

Proposal

I. Latar Belakang
Untuk merealisasikan visi misi Universitas Indonesia sebagai universitas kelas dunia, peranan UI dalam pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak saja berasal dari kontribusi pengelola Universitas, lulusannya yang bermutu, akan tetapi juga dari hasil pene­litiannya di Lingkungan UI yang relevan terhadap pengembangan keilmuan dan kebutuhan pem­ba­ngunan. Hasil-hasil penelitian baik berupa paten, artikel ilmiah, teknologi tepat guna, atau buku ajar perlu disebar­luaskan kepada para dosen atau peneliti lain maupun masya­rakat pengguna, termasuk industri yang langsung dapat memanfaatkannya.
Salah satu sistem komunikasi ilmi­ah yang perlu ditingkatkan ada­lah berkala ilmiah sebagai media komunikasi ilmi­ah (publikasi) baik skala nasional, regional, dan internasional yang dapat menerima artikel ilmiah bermutu yang berasal tidak hanya dari lingkungan UI, tetapi dari luar UI. Media jurnal ilmiah tersebut yaitu Jurnal Makara yang terdiri dari empat seri yaitu, seri Sains, Teknologi, Sosial-Humaniora, dan Kesehatan.
Untuk menjaga kualitas jurnal ilmiah diperlukan suatu evaluasi atau penilaian dari badan pemberi akreditasi, yang dalam hal ini dilakukan oleh DIKTI. Jurnal Makara seri Kesehatan mendapatkan akreditasi B hingga bulan Juni 2007, dan untuk seri Teknologi, seri Sains dan seri Sosial-Humaniora juga mendapatkan akreditasi B hingga bulan November 2007. Pada akhir bulan Agustus 2007, para Pengelola Jurnal Makara kembali mengajukan akreditasi untuk penilaian berkala ilmiah tahap II. Hasil penilaian yang diperoleh sesuai SK Dirjen Dikti Depdiknas RI No.167/DIKTI/Kep/2007 untuk seri Sains mendapatkan akreditasi B, untuk seri Teknologi dan Kesehatan tidak terakreditasi, sedangkan seri Sosial-Humaniora sedang dalam proses penilaian.
Berpijak pada kegagalan akreditasi kedua jurnal ilmiah diatas, melalui instrumentasi penilaian berkala ilmiah yang disusun bersama oleh LIPI, Ikatan Penyunting Indonesia, Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi, serta DP2M Ditjen Dikti (SK Dirjen Dikti No. 11/DIKTI/Kep/2006, tentang Panduan Akreditasi Berkala Ilmiah), ternyata bukan hal yang mudah untuk mendapatkan akreditasi. Oleh karena itu Pengelola Jurnal perlu meningkatkan pengetahuan pengelolaan jurnal sesuai standar penilaian nasional yang meliputi 3 dimensi yang saling terkait, yaitu dimensi fisik/penampilan, dimensi manajemen, dan dimensi substansi. Sementara untuk Jurnal berkala ilmiah yang telah terakreditasi diperlukan pemeliharaaan dan peningkatan kualitas ketiga dimensi diatas.
Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan melakukan penataran dan lokakarya menajemen/pengelolaan berkala ilmiah secara sistematis.

II. Tujuan Penataran dan Lokakarya
Tujuan utama penlok ini adalah meningkatkan kemampuan pengelola berkala ilmiah termasuk mekanisme serta segi-segi penting dalam meningkatkan mutu berkala dan proses akreditasi.
Adapun tujuan khusus kegiatan penlok ini adalah agar para peserta penataran dan lokakarya dapat :
1.Meningkatkan pemahaman tentang kebijakan, dasar falsafah, prinsip-prinsip dan prosedur publikasi berkala ilmiah;
2.Meningkatkan motivasi untuk dapat ikut serta meningkatkan publikasi hasil-hasil penelitian/pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk berkala ilmiah;
3.Membangun dan memperkokoh jaringan komunikasi ilmiah antar dewan redaksi Jurnal Makara.

III. Metode Penataran dan Lokakarya
Di dalam meningkatkan pemahaman pengelolaan berkala ilmiah, peserta diberi pengetahuan teoritis dan praktis tentang seluk beluk pengelolaan berkala ilmiah. Demikian pula akan diadakan diskusi untuk membahas berbagai kesulitan dalam pengelolaan Jurnal Makara. Oleh karena itu, para peserta diharapkan dapat melakukan evaluasi diri atas berkala yang dikelola dan untuk selanjutnya dapat dipakai sebagai alat untuk membuat perencanaan perbaikan mutu penerbitannya. Lebih terperinci, metode penlok adalah seperti berikut:
1.Ceramah. Metode ini digunakan untuk memberikan pemahaman yang lengkap kepada para peserta tentang suatu topik. Dalam ceramah diuraikan kerangka materi secara lengkap, jelas, mudah dipahami, dan aplikatif. Metode ceramah dalam penlok ini diusahakan untuk menghindari pembahasan teoritis yang berlarut-larut dan lebih menekankan pada contoh-contoh kasus beserta pemecahannya. Waktu penyajian materi 45 menit, dilanjutkan dengan tanya jawab.
2.Diskusi. Diskusi berlangsung pada sesi khusus (sesi IV), untuk mendiskusikan berbagai hambatan dalam pengelolaan Jurnal makara. Diskusi dipilih untuk lebih memberikan kesempatan kepada para peserta: membahas, mempertanyakan, menggarisbawahi, memberikan masukan, dan memperdalam materi yang diceramahkan.

IV. Deskripsi Pokok Bahasan
Materi atau pokok bahasan penataran dan lokakarya dipilih melalui pertimbangan kebermaknaan dengan tujuan kegiatan. Selanjutnya materi tersebut akan diberikan oleh pemateri yang dipilih di antara tenaga ahli/pakar yang sudah berpengalaman dari DIKTI. Adapun rincian materi adalah sebagai berikut:
1.Kebijakan Pengembangan Berkala Ilmiah Nasional. Kasubdit Publikasi dan Sistem Informasi DP2M-Dikti akan menyampaikan kebijakan yang telah dan akan diberlakukan sehubungan dengan upaya peningkatan mutu hasil penelitian dan diseminasinya serta akreditasi berkala ilmiah.
2.Format. Paparan meliputi penjelasan perbedaan makna antara format dan gaya dalam kaitan dengan penampilan, keberkalaan, keajekan, penomoran terbitan, dan penomoran halaman.
3.Teknik Penyuntingan. Dalam topik ini akan disampaikan butir-butir penting yang perlu dicermati dalam menilai suatu naskah yang akan dimuat, mulai dari penyuntingan judul artikel sampai daftar pustaka.
4.Organisasi Penerbitan. Pokok bahasan yang disampaikan terdiri atas beberapa kiat: (a) menampung naskah dari penulis, menghimpun artikel dalam jumlah yang cukup dan berkesinambungan, (b) melaksanakan kode etik penyuntingan, mengelola naskah (c) memperoleh dana dari iklan, (d) memperluas pemasaran di kalangan perguruan tinggi, lembaga litbang, baik pemerintah, industri, swasta, serta himpunan profesi, (e) memelihara hubungan baik dengan pelanggan melalui peningkatan teknik komunikasi, (f) meningkatkan jumlah tiras dan sirkulasi, (g) meluaskan distribusi berkala dari segi geografis, dan (h) menata organisasi dan personalia sesuai dengan kebutuhan penerbitan berkala ilmiah.
5.Pengendalian Mutu Berkala Ilmiah (Akreditasi). Meskipun Instrumen Evaluasi untuk Akreditasi Berkala Ilmiah telah dijadikan panduan oleh pengelola berkala dalam pengajuannya untuk memperoleh akreditasi, banyak butir penting yang belum dipahami. Mata acara ini dimaksudkan agar ada kesamaan persepsi mengenai setiap butir dalam instrumen evaluasi antara pengelola berkala dan evaluator, terutama instrumen yang baru.
Pelajaran Terpetik dari Kegagalan Mengakreditasi. Materi yang dikemukakan ialah hal-hal yang terabaikan oleh pengelola berkala ketika mengajukan akreditasi, mulai dari persyaratan administrasi, menjaga mutu tampilan fisik berkala, sampai pada mutu artikel yang dimuat.
6.Diskusi dalam kelompok kecil: (a) berlatih menyunting naskah artikel, hambatan dalam manajemen pengelolaan berkala ilmiah, (b) simulasi untuk mengajukan akreditasi. Diskusi akan dikembangkan agar terbentuk persepsi yang sama antara pengelola dan penilai akreditasi dalam menerjemahkan butir-butir yang tercantum dalam Instrumen Evaluasi untuk Akreditasi Berkala Ilmiah, (c) berbagi pengalaman mengatasi hambatan dan pengelolaan berkala ilmiah, dan (d) menerima umpan balik dari fasilitator untuk meningkatkan mutu berkala.

V. Waktu dan Tempat
Penataran dan lokakarya diselenggarakan pada Hari Kamis tanggal 31 Juli 2008, bertempat di Gedung Serbaguna Lt.3 Gedung Perpustakaan Pusat, Kampus Universitas Indonesia – Depok.

VI. Fasilitator dan Peserta
1.Pembicara/Fasilitator terdiri atas anggota Tim Penelaah/Evaluator Akreditasi Berkala Ilmiah Dikti.
2.Peserta Penataran dan lokakarya aktif/penuh adalah pengelola berkala (dewan redaksi) yang terlibat dalam penerbitan Jurnal Makara.
3.Peserta Penataran adalah pengelola berkala ilmiah (1 orang perwakilan dewan redaksi) dari masing-masing pengelola jurnal berkala ilmiah yang berada di lingkungan UI
4.Peserta yang diundang dalam Penlok berjumlah 38 dewan editor dari setiap seri Jurnal Makara ditambah perwakilan pengelola jurnal ilmiah di lingkungan UI sebanyak 30 orang.

Daftar Hadir Pembicara
No.
Nama
Istansi
No. Telp/HP
Email
1
Prof. Dr. Suminar S. Achmadi
Departemen Kimia IPB
0251 324794
ssachmadi@cbn.net.id
2
Prof. Dr. Wasmen Manalu
FKH IPB
08158848829
wasmenmanalu@yahoo.com

Daftar Hadir Dewan Editor Seri Sains
No.
Nama
Instansi
No. Telp/HP
Email
1
Dr. Jarnuzi Gunlazuardi
Dept. Kimia
FMIPA UI, Depok
021-7270027
jarnuzi@ui.edu
2
Dr. rer. nat. Anja Meryandini
Pusat Penelitian Sumber Daya Hayati dan Bioteknologi
IPB, Bogor
0811816576
ameryandini@yahoo.com
3
Prof. Dr. Djati Kerami
Dept. Matematika
FMIPA UI, Depok
0811178790
djatikr@ui.edu
4
Dr. rer. nat. Evvy Kartini
BATAN, Serpong
08121050401
kartini@batan.go.id
5
Dr. Drs. Terry Mart
Dept. Fisika
FMIPA UI, Depok
081319180361
tmart@fisika.ui.ac.id
6
Dra. Wellyzar Sjamsuridzal, M.Sc., Ph.D
Dept. Biologi
FMIPA UI, Depok
08881863355
sjwelly@hotmail.com
Daftar Hadir Dewan Editor Seri Teknologi
No.
Nama
Instansi
No. Telp/HP
Email
1
Dr. Ir. Ing. Misri Gozan, M.Tech
Dept. Teknik Gas dan Petrokimia
FT UI, Depok


2
Dr. Ir. Haryo Dwito Armono, M.Eng
Fakultas Teknologi Kelautan,
ITS, Surabaya
081330459203
armono@oe.its.ac.id
3
Dr. Ir. Kalamullah Ramli, M.Eng
Dept. Teknik Elektro
FT UI, Depok
08569009843
k.ramli@eng.ui.ac.id
4
Dr. Ir. Mukhtasor
Fakultas Teknologi Kelautan
ITS, Surabaya
081330424224
mukhtasor@oe.its.ac.id
5
Dr. Nurul Taufiqu Rochman, M.Eng
Pusat Penelitian Fisika
LIPI, Serpong
081381913415
nurultaufiqur@yahoo.co.jp
nano_indonesia@yahoo.com
6
Prof. Dr. Ir. Ing. Raldi Artono Koestoer
Dept. Teknik Mesin
FT UI, Depok
08161992186
koestoer@eng.ui.ac.id
7
Dra. Titiresmi A, M.Si
Balai Teknologi Lingkungan
Serpong
021-7560919
08161313797
titiresmi@hotmail.com


Daftar Hadir Dewan Editor Seri Sosial-Humaniora
No.
Nama
Instansi
No. Telp/HP
Email
1
Dr. Ali Nina Liche Seniati, M.Si
Fakultas Psikologi, UI
0816741665
liche@ui.edu
2
Prof. Adrianus Eliasta Meliala, M.Si., Ph.D
FISIP, UI
0811181894
adrianus@ui.edu
3
Prof. Dr. Andreas Budihardjo
Prasetya Mulya Business School
08128592751
andreasbs@pmbs.ac.id
4
Prof. Dr. Fatimah Djajasudarma
Fakultas Sastra
Unpad, Bandung
0811225953
fatimahdj@yahoo.com
5
Prof. Dr. Yusti Probowati, Psikolog
Fakultas Psikologi
Universitas Surabaya
08165434186
yprobowati@yahoo.com

6
Avanti Fontana, Ph.D., CF, CPBC
FE UI
081310182099
avanti.fontana@ui.edu

Daftar Hadir Dewan Editor Seri Kesehatan
No.
Nama
Instansi
No. Telp/HP
Email
1
Ir. Ahmad Syafiq, M.Sc., Ph.D
FKM UI
08129602420
asq69@yahoo.co.uk
2
Prof. dr. Ali Gufron, M.Sc., Ph.D
UGM
0811255702
ghufron_mukti@yahoo.com
3
Prof. Dr. J. Mukono, dr., MS., MPH
UNAIR, Surabaya
0811349910
mukono_j@yahoo.com
4
Dr. dr. Purwantyastuti, M.Sc., SpFK
Dept. Farmakologi
FK UI, Jakarta
0816713064
purwanty2703@yahoo.com
5
Prof. Dr. dr. Sudijanto Kamso, SKM
Dept. Biostatistik & Kependudukan
FKM UI, Depok
0816814438

6
Prof. dr. Veni Hadju, M.Sc., Ph.D
FKM
Univ. Hassanudin, Makassar
0811441803


Daftar Hadir Pengelola Jurnal di Lingkungan UI
No.
Nama
Nama Jurnal
No. Telp/HP
Email
1
Anne Sudiar, SKM

Jurnal Kesehatan Masyarakat

08129007220

jurnalkm@ui.edu
2
Desy Kristine

Jurnal Hukum Internasional: Indonesian Journal of International Law
Lembaga Pengkajian Hukum Internasional FH UI, Depok

08567360155
lph1@ui.edu
3
Dr. Arry Yanuar
Majalah Ilmu Kefarmasian
081389469141
yanuar@farmasi.ui.ac.id
4
Ati Agustina Antares, SKM
The Indonesian Journal of Gastroentology, Hepatology and Digestive Endoscopy
081324308200
pbpegi@yahoo.com
5
Dahlia Sari, M.Si
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia
Departemen Akuntansi, FE UI, Depok
08128351673
dahlia-s@ui.edu
6
Dian Triastuty, S.Sos., MM
Jurnal Polisi
0816822006
jurnal_polisi@gmail.com
dian_jurnal@gmail.com
7
drg. Dwi Gayatri, MPH
Jurnal Kesehatan Masyarakat
08159129910
dwi.gayatri@ui.edu
8
Paramitaningrum, S.Sos
Jurnal Global
Dept. HI – FISIP UI
021-7873744
081586234132
paramitaningrum.sos@ui.edu
9
Nasrulloh Riyano, S.Sos
Jurnal Kajian Wilayah Eropa
Program Pasca Sarjana UI, Jakarta
021-91899513
n.riyano@gmail.com
10
Hayuni Rahmah, Skp., MNS
Jurnal Keperawatan Indonesia
FIK UI, Depok
087877569303
hayuni@ui.edu
11
Irwansyah, MA
Jurnal Thesis (FISIP)
081511911183
irw4n5@yahoo.com
12
dr. Isnaini A. Suryono, MS
The Medical Journal of Indonesia
0816790249
isnaini.azizah@ui.edu
13
Kemala Widya Paramita
Teropong : Media Hukum dan Keadilan, MaPPI FH UI, Depok
081380273332
lala.ibu.peri@gmail.com
14
Dr. Marcellus Simadibrata. K, Ph.D., SpPD-KGEH
The Indonesian Journal of Gastroentology, Hepatology and Digestive Endoscopy
0816920448
cgom@indosat.net.id
15
Ir. Nurhadi Wiyono, M.Si
Journal of Population
021-7872911
nhwiyono@ld.feui.org
16
Riani Widiarti, M.Si
Sains Indonesia
Div. Riset dan Pengabdian Masyarakat FMIPA UI, Depok
021-77211473
rianiwid@yahoo.co.id
17
Riri Maria, SKp
Jurnal Keperawatan Indonesia
FIK UI, Depok
021-98786148
riri76@ui.edu
kbmngga@yahoo.com
18
Riswan Efendi Tarigan, M.Kom
Jurnal Sistem Informasi
021-32454617
relarigan@cs.ui.ac.id
19
Dr. Rokhmatuloh, M.Eng
Jurnal Geografi
Dept. Geografi FMIPA UI
021-7270030
rokhmatuloh.ssi@ui.edu
20
Alin Halimatussadiah, SE., ME
Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia
KANOPI (Kajian Ekonomi dan Pembangunan Indonesia)
021-7875415
alin_halimah@yahoo.com

21
Sudiariandini. S, SKM
Acta Medica Indonesia
Dept. Penyakit Dalam FK UI, Jakarta
021-31903775
ijim@inaactamedica.org
pipfkui@yahoo.com

22
Ir. Susy A. Nataliwati, M.Si
Manabu: Journal of Japanese Studies
PSJ UI, Depok
08159379883
susy_aina@yahoo.com
23
Nanharta
Jurnal Teknologi
Fakultas Teknik UI, Depok
085694400663
hrt_nan@yahoo.com
24
Dr. Lia Damayanti, M.Biomed., SpPA
Medical Journal of Indonesia
081311299227
eldamayanti@yahoo.com
25
Anik Budi Utami, S.Psi
Jurnal Gifted Review
085218363811
anik_azzahra@yahoo.co.id
VII. Agenda
Rabu, 30 Juli 2008

17.00 – 18.00 Pendaftaran Peserta dan Check-in di Pusat Studi Jepang (Khusus Peserta dari luar Daerah)

19.00- 19.30 Ramah Tamah dan Makan Malam

19.30 - Istirahat

Kamis, 31 Juli 2008

08.00 – 08.30 Registrasi

08.30 – 09.00 Pembukaan oleh Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat UI (Bachtiar Alam, Ph.D)

Presentasi :

SESI I
09.00 – 10.00 Kebijakan Pengembangan Berkala Ilmiah Nasional
Pembicara : Prof. Dr. Suminar S. Achmadi
Moderator : Dra. Fatma Lestari, M.Si.,Ph.D.
10.00 – 10.15 Rehat Kopi
SESI II
10.15 – 11.30 Pengelolaan Jurnal
(Sumber naskah, Format, Pengembangan Gaya Selingkung, Teknik Penyuntingan dan Organisasi Penerbitan)

Pembicara : Prof. Dr. Wasmen Manalu
Moderator : Dr. Budiarso, M.Eng.
11.30 – 12.30 Pengendalian Mutu dan Pelajaran Terpetik dari kegagalan Akreditasi
Pembicara : Prof. Dr. Suminar S. Achmadi
Moderator : Dr. Yoki Yulizar
13.30 – 14.00 Ishoma


Diskusi Kelompok dan Pleno
14.00 – 15.30 Diskusi “Jurnal Makara”

Pembicara : Semua Fasilitator

15.30 – 16.00 Rehat Kopi

16.00 – 16.30 Pleno : Rencana Tindak Lanjut Jurnal Makara untuk Akreditasi
Pembicara : Perwakilan seri Jurnal Makara

16.30 – 16.45 Penutupan

Jum’at, 01 Agustus 2008

07.00 Check Out (Khusus Peserta Luar Daerah)


VIII. Kepanitiaan
Penanggung Jawab : Bacthiar Alam, Ph.D
Panitia Pengarah : Dr. Ir. Budiarso, M.Eng
Dr. Jarnuzi Gunlazuardi
Dr. Ing. Misri Gozan, M.Tech.
Dr. Ali Nina Liche Seniati, M.Si.
Ir. Ahmad Syafiq, M.Sc., Ph.D.
Panitia Pelaksana
Ketua : Dr. Yoki Yulizar
Wakil Ketua : Dra. Fatma Lestari, M.Si.,Ph.D.
Tirta N. Mursitama, Ph.D.
Kesekretariatan : AAA. Ratna Dewi, M.Si., Ak
Vera Andriyani, SKM
Wanti Wulandari, S.Si
Cucu Sukaesih
Amalia Kamilah, S.Si
Siti Muliyanti
Bendahara dan Konsumsi : Rr.Tutik Sri Hariyati, S.Kp., MARS
Almira Gitta
Melly Riana

Acara : Suharti, A.md
Dina Nur Wulandari, S.Kp
Lenny Maykel Muliawati, SKM
Krestika
Dwi Dharmaningsih, S.Kp
Dokumentasi dan Publikasi : Ahmad Nizhami, S.Si.
M. Prabu W
Maman Suherman
Perlengkapan : Mukhlis Sutami, S.Pd
Sudarmadji, M.Si
Yusuf

Uraian Tugas Kepanitiaan
● Penanggung Jawab
Bertanggung jawab terhadap keseluruhan kegiatan Penataran dan Lokakarya Jurnal Makara (Penlok Jurnal Makara).

● Panitia Pengarah
Memberikan pengarahan dan memantau berlangsungnya kegiatan penlok yang akan dilaksanakan.

● Ketua dan Wakil Ketua
1.Merencanakan dan menyusun kegiatan penlok yang akan dilaksanakan
2.Memberi pengarahan kepada anggota panitia lainnya tentang kegiatan penlok yang akan dilangsungkan
3.Memberi masukan materi untuk penlok yang akan dilaksanakan
4.Mengkoordinasi seluruh kegiatan penlok dengan seluruh tim kerja sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

● Penanggung Jawab Kesekretariatan/Registrasi/Undangan :
1.Mengkoordinasi dan mempersiapkan surat menyurat dan pengirimannya dari persiapan sampai selesai;
2.Mempersiapkan undangan ke pembicara untuk tiap sesi;
3.Mempersiapkan undangan ke peserta
4.Memastikan jumlah peserta dengan mengkonfirmasi kehadiran calon peserta dan membuat daftar peserta untuk disampaikan kepada bagian registrasi;
5.Menyiapkan daftar peserta dan memonitor kehadiran peserta;
6.Menyiapkan seminar kit pada hari pelaksanaan;
7.Menyiapkan name tag;
8.Menyiapkan segala bentuk informasi;
9.Mengkonfirmasi kepada moderator;
10.Menyiapkan daftar peserta;
11.Membuat notulensi rapat;
12.Membuat arsip kegiatan penlok
13.Membuat laporan pertanggungjawaban kegiatan penlok

● Penanggung Jawab Bendahara/Konsumsi :
1.Menyiapkan anggaran dan permohonan pencairan dana ke pihak Dir. Keuangan UI;
2.Menangani masalah keuangan untuk peminjaman ruang Wisma Makara
3.Mengatur aliran dana/cashflow dana;
4.Membuat laporan pertanggungjawaban keuangan;
5.Memastikan dan memonitor jumlah makanan yang dipesan baik untuk unit setiap rehat maupun makan siang;
6.Check kesiapan ruang untuk rehat dan makan siang.

● Penanggung Jawab Acara
1. Menyiapkan acara;
2.Menghubungi dan meminta konfirmasi pembicara;
3.Memonitor jalannya acara;
4.Mendampingi tamu undangan;
5.Menyiapkan MC.

● Penanggung Jawab Dokumentasi/Publikasi
1.Menyiapkan bahan publikasi penlok;
2.Mencari dan mengarahkan panitia bidang dokumentasi untuk mengabadikan momen-momen penting.
● Penanggung Jawab Perlengkapan/Akomodasi
1.Menyiapkan semua peralatan yang dibutuhkan dalam ruangan, seperti : LCD, Komputer/lap top, kabel gulung, sound sytem, pengaturan meja dalam ruang, timer, pointer, layar, menyiapkan meja registrasi dan perlengkapannya, dan mengatur dekorasi
2.Menyiapkan dan membuat disain materi publikasi (backdrop, spanduk)
3.Memasang Back-Drop dan Spanduk
4.Mengurus ijin pemasangan ke UPT PLK UI.

IX. Sumber Dana
Sumber dana kegiatan Penataran dan Lokakarya Jurnal Berkala Ilmiah berasal dari dana RKAT DRPM UI.











Lampiran







Lampiran 1





Sesi I

Teknik Penyuntingan Naskah Artikel









Lampiran 2





Sesi II

Memburu Naskah dan Manajemen Pengolahan Naskah









Lampiran 3





Sesi II

Pengembangan dan Pemapanan Gaya Selingkung
Berkala Ilmiah








Lampiran 4





Sesi II

Organisasi Penerbitan Jurnal lmiah









Lampiran 5





Sesi III

Pengendalian Mutu dan Pelajaran Terpetik
dari Kegagalan Akreditasi








Lampiran 6





Notulensi Penataran dan Lokakarya
Jurnal Berkala Ilmiah











Lampiran 7





Notulensi Diskusi Jurnal Makara Seri Sains













Lampiran 8





Notulensi Diskusi Jurnal Makara Seri Teknologi



















Lampiran 9





Notulensi Diskusi Jurnal Makara Seri Sosial-Humaniora



















Lampiran 10





Notulensi Diskusi Jurnal Makara Seri Kesehatan



















Lampiran 11





Notulensi Rapat Pleno Jurnal Makara


















Lampiran 12





Daftar Dewan Editor Jurnal Makara



















Lampiran 13





Daftar Pengelola Jurnal di Lingkungan UI