I. Latar Belakang
Untuk merealisasikan visi misi Universitas Indonesia sebagai universitas kelas dunia, peranan UI dalam pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak saja berasal dari kontribusi pengelola Universitas, lulusannya yang bermutu, akan tetapi juga dari hasil penelitiannya di Lingkungan UI yang relevan terhadap pengembangan keilmuan dan kebutuhan pembangunan. Hasil-hasil penelitian baik berupa paten, artikel ilmiah, teknologi tepat guna, atau buku ajar perlu disebarluaskan kepada para dosen atau peneliti lain maupun masyarakat pengguna, termasuk industri yang langsung dapat memanfaatkannya.
Salah satu sistem komunikasi ilmiah yang perlu ditingkatkan adalah berkala ilmiah sebagai media komunikasi ilmiah (publikasi) baik skala nasional, regional, dan internasional yang dapat menerima artikel ilmiah bermutu yang berasal tidak hanya dari lingkungan UI, tetapi dari luar UI. Media jurnal ilmiah tersebut yaitu Jurnal Makara yang terdiri dari empat seri yaitu, seri Sains, Teknologi, Sosial-Humaniora, dan Kesehatan.
Untuk menjaga kualitas jurnal ilmiah diperlukan suatu evaluasi atau penilaian dari badan pemberi akreditasi, yang dalam hal ini dilakukan oleh DIKTI. Jurnal Makara seri Kesehatan mendapatkan akreditasi B hingga bulan Juni 2007, dan untuk seri Teknologi, seri Sains dan seri Sosial-Humaniora juga mendapatkan akreditasi B hingga bulan November 2007. Pada akhir bulan Agustus 2007, para Pengelola Jurnal Makara kembali mengajukan akreditasi untuk penilaian berkala ilmiah tahap II. Hasil penilaian yang diperoleh sesuai SK Dirjen Dikti Depdiknas RI No.167/DIKTI/Kep/2007 untuk seri Sains mendapatkan akreditasi B, untuk seri Teknologi dan Kesehatan tidak terakreditasi, sedangkan seri Sosial-Humaniora sedang dalam proses penilaian.
Berpijak pada kegagalan akreditasi kedua jurnal ilmiah diatas, melalui instrumentasi penilaian berkala ilmiah yang disusun bersama oleh LIPI, Ikatan Penyunting Indonesia, Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi, serta DP2M Ditjen Dikti (SK Dirjen Dikti No. 11/DIKTI/Kep/2006, tentang Panduan Akreditasi Berkala Ilmiah), ternyata bukan hal yang mudah untuk mendapatkan akreditasi. Oleh karena itu Pengelola Jurnal perlu meningkatkan pengetahuan pengelolaan jurnal sesuai standar penilaian nasional yang meliputi 3 dimensi yang saling terkait, yaitu dimensi fisik/penampilan, dimensi manajemen, dan dimensi substansi. Sementara untuk Jurnal berkala ilmiah yang telah terakreditasi diperlukan pemeliharaaan dan peningkatan kualitas ketiga dimensi diatas.
Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan melakukan penataran dan lokakarya menajemen/pengelolaan berkala ilmiah secara sistematis.
II. Tujuan Penataran dan Lokakarya
Tujuan utama penlok ini adalah meningkatkan kemampuan pengelola berkala ilmiah termasuk mekanisme serta segi-segi penting dalam meningkatkan mutu berkala dan proses akreditasi.
Adapun tujuan khusus kegiatan penlok ini adalah agar para peserta penataran dan lokakarya dapat :
1.Meningkatkan pemahaman tentang kebijakan, dasar falsafah, prinsip-prinsip dan prosedur publikasi berkala ilmiah;
2.Meningkatkan motivasi untuk dapat ikut serta meningkatkan publikasi hasil-hasil penelitian/pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk berkala ilmiah;
3.Membangun dan memperkokoh jaringan komunikasi ilmiah antar dewan redaksi Jurnal Makara.
III. Metode Penataran dan Lokakarya
Di dalam meningkatkan pemahaman pengelolaan berkala ilmiah, peserta diberi pengetahuan teoritis dan praktis tentang seluk beluk pengelolaan berkala ilmiah. Demikian pula akan diadakan diskusi untuk membahas berbagai kesulitan dalam pengelolaan Jurnal Makara. Oleh karena itu, para peserta diharapkan dapat melakukan evaluasi diri atas berkala yang dikelola dan untuk selanjutnya dapat dipakai sebagai alat untuk membuat perencanaan perbaikan mutu penerbitannya. Lebih terperinci, metode penlok adalah seperti berikut:
1.Ceramah. Metode ini digunakan untuk memberikan pemahaman yang lengkap kepada para peserta tentang suatu topik. Dalam ceramah diuraikan kerangka materi secara lengkap, jelas, mudah dipahami, dan aplikatif. Metode ceramah dalam penlok ini diusahakan untuk menghindari pembahasan teoritis yang berlarut-larut dan lebih menekankan pada contoh-contoh kasus beserta pemecahannya. Waktu penyajian materi 45 menit, dilanjutkan dengan tanya jawab.
2.Diskusi. Diskusi berlangsung pada sesi khusus (sesi IV), untuk mendiskusikan berbagai hambatan dalam pengelolaan Jurnal makara. Diskusi dipilih untuk lebih memberikan kesempatan kepada para peserta: membahas, mempertanyakan, menggarisbawahi, memberikan masukan, dan memperdalam materi yang diceramahkan.
IV. Deskripsi Pokok Bahasan
Materi atau pokok bahasan penataran dan lokakarya dipilih melalui pertimbangan kebermaknaan dengan tujuan kegiatan. Selanjutnya materi tersebut akan diberikan oleh pemateri yang dipilih di antara tenaga ahli/pakar yang sudah berpengalaman dari DIKTI. Adapun rincian materi adalah sebagai berikut:
1.Kebijakan Pengembangan Berkala Ilmiah Nasional. Kasubdit Publikasi dan Sistem Informasi DP2M-Dikti akan menyampaikan kebijakan yang telah dan akan diberlakukan sehubungan dengan upaya peningkatan mutu hasil penelitian dan diseminasinya serta akreditasi berkala ilmiah.
2.Format. Paparan meliputi penjelasan perbedaan makna antara format dan gaya dalam kaitan dengan penampilan, keberkalaan, keajekan, penomoran terbitan, dan penomoran halaman.
3.Teknik Penyuntingan. Dalam topik ini akan disampaikan butir-butir penting yang perlu dicermati dalam menilai suatu naskah yang akan dimuat, mulai dari penyuntingan judul artikel sampai daftar pustaka.
4.Organisasi Penerbitan. Pokok bahasan yang disampaikan terdiri atas beberapa kiat: (a) menampung naskah dari penulis, menghimpun artikel dalam jumlah yang cukup dan berkesinambungan, (b) melaksanakan kode etik penyuntingan, mengelola naskah (c) memperoleh dana dari iklan, (d) memperluas pemasaran di kalangan perguruan tinggi, lembaga litbang, baik pemerintah, industri, swasta, serta himpunan profesi, (e) memelihara hubungan baik dengan pelanggan melalui peningkatan teknik komunikasi, (f) meningkatkan jumlah tiras dan sirkulasi, (g) meluaskan distribusi berkala dari segi geografis, dan (h) menata organisasi dan personalia sesuai dengan kebutuhan penerbitan berkala ilmiah.
5.Pengendalian Mutu Berkala Ilmiah (Akreditasi). Meskipun Instrumen Evaluasi untuk Akreditasi Berkala Ilmiah telah dijadikan panduan oleh pengelola berkala dalam pengajuannya untuk memperoleh akreditasi, banyak butir penting yang belum dipahami. Mata acara ini dimaksudkan agar ada kesamaan persepsi mengenai setiap butir dalam instrumen evaluasi antara pengelola berkala dan evaluator, terutama instrumen yang baru.
Pelajaran Terpetik dari Kegagalan Mengakreditasi. Materi yang dikemukakan ialah hal-hal yang terabaikan oleh pengelola berkala ketika mengajukan akreditasi, mulai dari persyaratan administrasi, menjaga mutu tampilan fisik berkala, sampai pada mutu artikel yang dimuat.
6.Diskusi dalam kelompok kecil: (a) berlatih menyunting naskah artikel, hambatan dalam manajemen pengelolaan berkala ilmiah, (b) simulasi untuk mengajukan akreditasi. Diskusi akan dikembangkan agar terbentuk persepsi yang sama antara pengelola dan penilai akreditasi dalam menerjemahkan butir-butir yang tercantum dalam Instrumen Evaluasi untuk Akreditasi Berkala Ilmiah, (c) berbagi pengalaman mengatasi hambatan dan pengelolaan berkala ilmiah, dan (d) menerima umpan balik dari fasilitator untuk meningkatkan mutu berkala.
V. Waktu dan Tempat
Penataran dan lokakarya diselenggarakan pada Hari Kamis tanggal 31 Juli 2008, bertempat di Gedung Serbaguna Lt.3 Gedung Perpustakaan Pusat, Kampus Universitas Indonesia – Depok.
VI. Fasilitator dan Peserta
1.Pembicara/Fasilitator terdiri atas anggota Tim Penelaah/Evaluator Akreditasi Berkala Ilmiah Dikti.
2.Peserta Penataran dan lokakarya aktif/penuh adalah pengelola berkala (dewan redaksi) yang terlibat dalam penerbitan Jurnal Makara.
3.Peserta Penataran adalah pengelola berkala ilmiah (1 orang perwakilan dewan redaksi) dari masing-masing pengelola jurnal berkala ilmiah yang berada di lingkungan UI
4.Peserta yang diundang dalam Penlok berjumlah 38 dewan editor dari setiap seri Jurnal Makara ditambah perwakilan pengelola jurnal ilmiah di lingkungan UI sebanyak 30 orang.
Daftar Hadir Pembicara
No.
Nama
Istansi
No. Telp/HP
Email
1
Prof. Dr. Suminar S. Achmadi
Departemen Kimia IPB
0251 324794
ssachmadi@cbn.net.id
2
Prof. Dr. Wasmen Manalu
FKH IPB
08158848829
wasmenmanalu@yahoo.com
Daftar Hadir Dewan Editor Seri Sains
No.
Nama
Instansi
No. Telp/HP
Email
1
Dr. Jarnuzi Gunlazuardi
Dept. Kimia
FMIPA UI, Depok
021-7270027
jarnuzi@ui.edu
2
Dr. rer. nat. Anja Meryandini
Pusat Penelitian Sumber Daya Hayati dan Bioteknologi
IPB, Bogor
0811816576
ameryandini@yahoo.com
3
Prof. Dr. Djati Kerami
Dept. Matematika
FMIPA UI, Depok
0811178790
djatikr@ui.edu
4
Dr. rer. nat. Evvy Kartini
BATAN, Serpong
08121050401
kartini@batan.go.id
5
Dr. Drs. Terry Mart
Dept. Fisika
FMIPA UI, Depok
081319180361
tmart@fisika.ui.ac.id
6
Dra. Wellyzar Sjamsuridzal, M.Sc., Ph.D
Dept. Biologi
FMIPA UI, Depok
08881863355
sjwelly@hotmail.com
Daftar Hadir Dewan Editor Seri Teknologi
No.
Nama
Instansi
No. Telp/HP
Email
1
Dr. Ir. Ing. Misri Gozan, M.Tech
Dept. Teknik Gas dan Petrokimia
FT UI, Depok
2
Dr. Ir. Haryo Dwito Armono, M.Eng
Fakultas Teknologi Kelautan,
ITS, Surabaya
081330459203
armono@oe.its.ac.id
3
Dr. Ir. Kalamullah Ramli, M.Eng
Dept. Teknik Elektro
FT UI, Depok
08569009843
k.ramli@eng.ui.ac.id
4
Dr. Ir. Mukhtasor
Fakultas Teknologi Kelautan
ITS, Surabaya
081330424224
mukhtasor@oe.its.ac.id
5
Dr. Nurul Taufiqu Rochman, M.Eng
Pusat Penelitian Fisika
LIPI, Serpong
081381913415
nurultaufiqur@yahoo.co.jp
nano_indonesia@yahoo.com
6
Prof. Dr. Ir. Ing. Raldi Artono Koestoer
Dept. Teknik Mesin
FT UI, Depok
08161992186
koestoer@eng.ui.ac.id
7
Dra. Titiresmi A, M.Si
Balai Teknologi Lingkungan
Serpong
021-7560919
08161313797
titiresmi@hotmail.com
Daftar Hadir Dewan Editor Seri Sosial-Humaniora
No.
Nama
Instansi
No. Telp/HP
Email
1
Dr. Ali Nina Liche Seniati, M.Si
Fakultas Psikologi, UI
0816741665
liche@ui.edu
2
Prof. Adrianus Eliasta Meliala, M.Si., Ph.D
FISIP, UI
0811181894
adrianus@ui.edu
3
Prof. Dr. Andreas Budihardjo
Prasetya Mulya Business School
08128592751
andreasbs@pmbs.ac.id
4
Prof. Dr. Fatimah Djajasudarma
Fakultas Sastra
Unpad, Bandung
0811225953
fatimahdj@yahoo.com
5
Prof. Dr. Yusti Probowati, Psikolog
Fakultas Psikologi
Universitas Surabaya
08165434186
yprobowati@yahoo.com
6
Avanti Fontana, Ph.D., CF, CPBC
FE UI
081310182099
avanti.fontana@ui.edu
Daftar Hadir Dewan Editor Seri Kesehatan
No.
Nama
Instansi
No. Telp/HP
Email
1
Ir. Ahmad Syafiq, M.Sc., Ph.D
FKM UI
08129602420
asq69@yahoo.co.uk
2
Prof. dr. Ali Gufron, M.Sc., Ph.D
UGM
0811255702
ghufron_mukti@yahoo.com
3
Prof. Dr. J. Mukono, dr., MS., MPH
UNAIR, Surabaya
0811349910
mukono_j@yahoo.com
4
Dr. dr. Purwantyastuti, M.Sc., SpFK
Dept. Farmakologi
FK UI, Jakarta
0816713064
purwanty2703@yahoo.com
5
Prof. Dr. dr. Sudijanto Kamso, SKM
Dept. Biostatistik & Kependudukan
FKM UI, Depok
0816814438
6
Prof. dr. Veni Hadju, M.Sc., Ph.D
FKM
Univ. Hassanudin, Makassar
0811441803
Daftar Hadir Pengelola Jurnal di Lingkungan UI
No.
Nama
Nama Jurnal
No. Telp/HP
Email
1
Anne Sudiar, SKM
Jurnal Kesehatan Masyarakat
08129007220
jurnalkm@ui.edu
2
Desy Kristine
Jurnal Hukum Internasional: Indonesian Journal of International Law
Lembaga Pengkajian Hukum Internasional FH UI, Depok
08567360155
lph1@ui.edu
3
Dr. Arry Yanuar
Majalah Ilmu Kefarmasian
081389469141
yanuar@farmasi.ui.ac.id
4
Ati Agustina Antares, SKM
The Indonesian Journal of Gastroentology, Hepatology and Digestive Endoscopy
081324308200
pbpegi@yahoo.com
5
Dahlia Sari, M.Si
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia
Departemen Akuntansi, FE UI, Depok
08128351673
dahlia-s@ui.edu
6
Dian Triastuty, S.Sos., MM
Jurnal Polisi
0816822006
jurnal_polisi@gmail.com
dian_jurnal@gmail.com
7
drg. Dwi Gayatri, MPH
Jurnal Kesehatan Masyarakat
08159129910
dwi.gayatri@ui.edu
8
Paramitaningrum, S.Sos
Jurnal Global
Dept. HI – FISIP UI
021-7873744
081586234132
paramitaningrum.sos@ui.edu
9
Nasrulloh Riyano, S.Sos
Jurnal Kajian Wilayah Eropa
Program Pasca Sarjana UI, Jakarta
021-91899513
n.riyano@gmail.com
10
Hayuni Rahmah, Skp., MNS
Jurnal Keperawatan Indonesia
FIK UI, Depok
087877569303
hayuni@ui.edu
11
Irwansyah, MA
Jurnal Thesis (FISIP)
081511911183
irw4n5@yahoo.com
12
dr. Isnaini A. Suryono, MS
The Medical Journal of Indonesia
0816790249
isnaini.azizah@ui.edu
13
Kemala Widya Paramita
Teropong : Media Hukum dan Keadilan, MaPPI FH UI, Depok
081380273332
lala.ibu.peri@gmail.com
14
Dr. Marcellus Simadibrata. K, Ph.D., SpPD-KGEH
The Indonesian Journal of Gastroentology, Hepatology and Digestive Endoscopy
0816920448
cgom@indosat.net.id
15
Ir. Nurhadi Wiyono, M.Si
Journal of Population
021-7872911
nhwiyono@ld.feui.org
16
Riani Widiarti, M.Si
Sains Indonesia
Div. Riset dan Pengabdian Masyarakat FMIPA UI, Depok
021-77211473
rianiwid@yahoo.co.id
17
Riri Maria, SKp
Jurnal Keperawatan Indonesia
FIK UI, Depok
021-98786148
riri76@ui.edu
kbmngga@yahoo.com
18
Riswan Efendi Tarigan, M.Kom
Jurnal Sistem Informasi
021-32454617
relarigan@cs.ui.ac.id
19
Dr. Rokhmatuloh, M.Eng
Jurnal Geografi
Dept. Geografi FMIPA UI
021-7270030
rokhmatuloh.ssi@ui.edu
20
Alin Halimatussadiah, SE., ME
Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia
KANOPI (Kajian Ekonomi dan Pembangunan Indonesia)
021-7875415
alin_halimah@yahoo.com
21
Sudiariandini. S, SKM
Acta Medica Indonesia
Dept. Penyakit Dalam FK UI, Jakarta
021-31903775
ijim@inaactamedica.org
pipfkui@yahoo.com
22
Ir. Susy A. Nataliwati, M.Si
Manabu: Journal of Japanese Studies
PSJ UI, Depok
08159379883
susy_aina@yahoo.com
23
Nanharta
Jurnal Teknologi
Fakultas Teknik UI, Depok
085694400663
hrt_nan@yahoo.com
24
Dr. Lia Damayanti, M.Biomed., SpPA
Medical Journal of Indonesia
081311299227
eldamayanti@yahoo.com
25
Anik Budi Utami, S.Psi
Jurnal Gifted Review
085218363811
anik_azzahra@yahoo.co.id
VII. Agenda
Rabu, 30 Juli 2008
17.00 – 18.00 Pendaftaran Peserta dan Check-in di Pusat Studi Jepang (Khusus Peserta dari luar Daerah)
19.00- 19.30 Ramah Tamah dan Makan Malam
19.30 - Istirahat
Kamis, 31 Juli 2008
08.00 – 08.30 Registrasi
08.30 – 09.00 Pembukaan oleh Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat UI (Bachtiar Alam, Ph.D)
Presentasi :
SESI I
09.00 – 10.00 Kebijakan Pengembangan Berkala Ilmiah Nasional
Pembicara : Prof. Dr. Suminar S. Achmadi
Moderator : Dra. Fatma Lestari, M.Si.,Ph.D.
10.00 – 10.15 Rehat Kopi
SESI II
10.15 – 11.30 Pengelolaan Jurnal
(Sumber naskah, Format, Pengembangan Gaya Selingkung, Teknik Penyuntingan dan Organisasi Penerbitan)
Pembicara : Prof. Dr. Wasmen Manalu
Moderator : Dr. Budiarso, M.Eng.
11.30 – 12.30 Pengendalian Mutu dan Pelajaran Terpetik dari kegagalan Akreditasi
Pembicara : Prof. Dr. Suminar S. Achmadi
Moderator : Dr. Yoki Yulizar
13.30 – 14.00 Ishoma
Diskusi Kelompok dan Pleno
14.00 – 15.30 Diskusi “Jurnal Makara”
Pembicara : Semua Fasilitator
15.30 – 16.00 Rehat Kopi
16.00 – 16.30 Pleno : Rencana Tindak Lanjut Jurnal Makara untuk Akreditasi
Pembicara : Perwakilan seri Jurnal Makara
16.30 – 16.45 Penutupan
Jum’at, 01 Agustus 2008
07.00 Check Out (Khusus Peserta Luar Daerah)
VIII. Kepanitiaan
Penanggung Jawab : Bacthiar Alam, Ph.D
Panitia Pengarah : Dr. Ir. Budiarso, M.Eng
Dr. Jarnuzi Gunlazuardi
Dr. Ing. Misri Gozan, M.Tech.
Dr. Ali Nina Liche Seniati, M.Si.
Ir. Ahmad Syafiq, M.Sc., Ph.D.
Panitia Pelaksana
Ketua : Dr. Yoki Yulizar
Wakil Ketua : Dra. Fatma Lestari, M.Si.,Ph.D.
Tirta N. Mursitama, Ph.D.
Kesekretariatan : AAA. Ratna Dewi, M.Si., Ak
Vera Andriyani, SKM
Wanti Wulandari, S.Si
Cucu Sukaesih
Amalia Kamilah, S.Si
Siti Muliyanti
Bendahara dan Konsumsi : Rr.Tutik Sri Hariyati, S.Kp., MARS
Almira Gitta
Melly Riana
Acara : Suharti, A.md
Dina Nur Wulandari, S.Kp
Lenny Maykel Muliawati, SKM
Krestika
Dwi Dharmaningsih, S.Kp
Dokumentasi dan Publikasi : Ahmad Nizhami, S.Si.
M. Prabu W
Maman Suherman
Perlengkapan : Mukhlis Sutami, S.Pd
Sudarmadji, M.Si
Yusuf
Uraian Tugas Kepanitiaan
● Penanggung Jawab
Bertanggung jawab terhadap keseluruhan kegiatan Penataran dan Lokakarya Jurnal Makara (Penlok Jurnal Makara).
● Panitia Pengarah
Memberikan pengarahan dan memantau berlangsungnya kegiatan penlok yang akan dilaksanakan.
● Ketua dan Wakil Ketua
1.Merencanakan dan menyusun kegiatan penlok yang akan dilaksanakan
2.Memberi pengarahan kepada anggota panitia lainnya tentang kegiatan penlok yang akan dilangsungkan
3.Memberi masukan materi untuk penlok yang akan dilaksanakan
4.Mengkoordinasi seluruh kegiatan penlok dengan seluruh tim kerja sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
● Penanggung Jawab Kesekretariatan/Registrasi/Undangan :
1.Mengkoordinasi dan mempersiapkan surat menyurat dan pengirimannya dari persiapan sampai selesai;
2.Mempersiapkan undangan ke pembicara untuk tiap sesi;
3.Mempersiapkan undangan ke peserta
4.Memastikan jumlah peserta dengan mengkonfirmasi kehadiran calon peserta dan membuat daftar peserta untuk disampaikan kepada bagian registrasi;
5.Menyiapkan daftar peserta dan memonitor kehadiran peserta;
6.Menyiapkan seminar kit pada hari pelaksanaan;
7.Menyiapkan name tag;
8.Menyiapkan segala bentuk informasi;
9.Mengkonfirmasi kepada moderator;
10.Menyiapkan daftar peserta;
11.Membuat notulensi rapat;
12.Membuat arsip kegiatan penlok
13.Membuat laporan pertanggungjawaban kegiatan penlok
● Penanggung Jawab Bendahara/Konsumsi :
1.Menyiapkan anggaran dan permohonan pencairan dana ke pihak Dir. Keuangan UI;
2.Menangani masalah keuangan untuk peminjaman ruang Wisma Makara
3.Mengatur aliran dana/cashflow dana;
4.Membuat laporan pertanggungjawaban keuangan;
5.Memastikan dan memonitor jumlah makanan yang dipesan baik untuk unit setiap rehat maupun makan siang;
6.Check kesiapan ruang untuk rehat dan makan siang.
● Penanggung Jawab Acara
1. Menyiapkan acara;
2.Menghubungi dan meminta konfirmasi pembicara;
3.Memonitor jalannya acara;
4.Mendampingi tamu undangan;
5.Menyiapkan MC.
● Penanggung Jawab Dokumentasi/Publikasi
1.Menyiapkan bahan publikasi penlok;
2.Mencari dan mengarahkan panitia bidang dokumentasi untuk mengabadikan momen-momen penting.
● Penanggung Jawab Perlengkapan/Akomodasi
1.Menyiapkan semua peralatan yang dibutuhkan dalam ruangan, seperti : LCD, Komputer/lap top, kabel gulung, sound sytem, pengaturan meja dalam ruang, timer, pointer, layar, menyiapkan meja registrasi dan perlengkapannya, dan mengatur dekorasi
2.Menyiapkan dan membuat disain materi publikasi (backdrop, spanduk)
3.Memasang Back-Drop dan Spanduk
4.Mengurus ijin pemasangan ke UPT PLK UI.
IX. Sumber Dana
Sumber dana kegiatan Penataran dan Lokakarya Jurnal Berkala Ilmiah berasal dari dana RKAT DRPM UI.
Lampiran
Lampiran 1
Sesi I
Teknik Penyuntingan Naskah Artikel
Lampiran 2
Sesi II
Memburu Naskah dan Manajemen Pengolahan Naskah
Lampiran 3
Sesi II
Pengembangan dan Pemapanan Gaya Selingkung
Berkala Ilmiah
Lampiran 4
Sesi II
Organisasi Penerbitan Jurnal lmiah
Lampiran 5
Sesi III
Pengendalian Mutu dan Pelajaran Terpetik
dari Kegagalan Akreditasi
Lampiran 6
Notulensi Penataran dan Lokakarya
Jurnal Berkala Ilmiah
Lampiran 7
Notulensi Diskusi Jurnal Makara Seri Sains
Lampiran 8
Notulensi Diskusi Jurnal Makara Seri Teknologi
Lampiran 9
Notulensi Diskusi Jurnal Makara Seri Sosial-Humaniora
Lampiran 10
Notulensi Diskusi Jurnal Makara Seri Kesehatan
Lampiran 11
Notulensi Rapat Pleno Jurnal Makara
Lampiran 12
Daftar Dewan Editor Jurnal Makara
Lampiran 13
Daftar Pengelola Jurnal di Lingkungan UI
Selasa, 29 November 2011
Minggu, 30 Oktober 2011
GRAFIK KOMPUTER DAN PENGOLAHAN CITRA
Grafika komputer (Inggris: Computer graphics) adalah bagian dari ilmu komputer yang berkaitan dengan pembuatan dan manipulasi gambar (visual) secara digital. Bentuk sederhana dari grafika komputer adalah grafika komputer 2D yang kemudian berkembang menjadi grafika komputer 3D, pemrosesan citra (image processing), dan pengenalan pola (pattern recognition). Grafika komputer sering dikenal juga dengan istilah visualisasi data.
Sistem grafik komputer
Sistem Grafika computer dibedakan antara non-interaktif dan interaktif:
1. Grafika computer non interaktif: dibuat sebagai akhir dari proses dalam bentuk hardcopy.
o Grafika dengan lineprinter: Sistem computer general purpose dengan perangkat lunak yang sesuai bias digunakan sebagai suatu system grafika (seperti di masa-masa awalnya grafika computer) yaitu dengan mengkombinasikan berbagai karakter dengan cara cetak-tumpuk untuk meniru pola shading (gradasi tingkat keabuan).
o Grafika dengan plotter dan semcam: terutama untuk grafika “line-drawing”.Grafika dengan hi quality printers: laser, ink-jet, thermal, dsb.
2. Grafika interaktif dapat dibuat dan dimanipulasi secara interaktif pada layar peranti peraga. Peranti-peranti peraga interaktif yang paling umum digunakan: CRT (tabung sinar katoda). Lain-lain: DVST, plasma-panel, LED/LCD, laser, dsb.
Komponen Dasar Sistem Grafik Interaktif :
o Masukan : mouse, tablet dan stylus, peralatan force feedback, scanner, live video stream, dll
o Proses dan Penyimpanan
o Keluaran : layar, printer berbasis kertas, perekam video, non-linear editor, dll
Tujuan dari grafika komputer ini adalah untuk memungkinkan manusia berkomunikasi lewat gambar, bagan-bagan, dan diagram.
Aplikasi grafik computer dan pengolahan citra
Adobe photosop
Adobe Photoshop adalah software yang dibuat oleh perusahaan Adobe System, yang di khususkan untuk pengeditan foto atau gambar dan pembuatan effect. Perangkat lunak ini banyak digunakan oleh Fotografer Digital dan perusahaan iklan sehingga dianggap sebagai pemimpin pasar (market leader) untuk perangkat lunak pengolah gambar. Meskipun pada awalnya Photoshop dirancang untuk menyunting gambar untuk cetakan berbasis-kertas, Photoshop yang ada saat ini juga dapat digunakan untuk memproduksi gambar untuk World Wide Web. Beberapa versi terakhir juga menyertakan aplikasi tambahan, Adobe ImageReady, untuk keperluan tersebut.
Photoshop juga memiliki hubungan erat dengan beberapa perangkat lunak penyunting media, animasi, dan authoring buatan Adobe lainnya.
Kelebihan Adobe Photoshop
Adobe Photoshop mempunyai banyak fasilitas yang memungkinkan seorang Desainer menciptakan efek-efek tertentu dan bisa menggunakan banyak variasi dari fasilitas yang disediakan oleh Adobe Photoshop, beberapa diantaranya yaitu:
- Membuat tulisan dengan effect tertentu.
Photoshop dapat mengubah bentuk tulisan menjadi lebih kreatif dan inovatif dengan tool effect yang ada didalamnya
- Membuat tekstur dan material yang beragam.
Dengan langkah-langkah tertentu, seorang Desainer dapat membuat gambar misalnya daun, logam, air, dan bermacam gambar lainnya
- Mengedit foto dan gambar yang sudah ada.
Dengan Photoshop kita dapat merubah gambar kita jelek menjadi bagus ataupun sebaliknya. Selain itu juga Photoshop dapat merubah foto seseorang menjadi sebuah gambar kartun. Atau dalamDesign Grafis disebut vector and vexel.
- Memproses materi Web.
Photoshop juga digunakan untuk keperluan web, misalnya: kompresi file gambar agar ukurannya lebih kecil, memotong gambar kecil-kecil (slice), dan membuat web photo gallery. Dengan Adobe Image Ready, gambar yang sudah ada bisa dibuat untuk keperluan web, misalnya menjadi rollover dan animasi GIF.
Kelemahan Adobe Photoshop
Kelemahan Adobe Photoshop dalam menciptakan Image adalah bahwa Adobe Photoshop hanya bisa digunakan untuk menciptakan Image yang statis, dan juga dengan berkembangnya versiPhotoshop sekarang ini spesifikasi Komputer untuk menjalankan program Adobe Photoshop juga harus sudah tinggi dan yang pasti akan diimbangi oleh harga yang tinggi pula.
Sistem grafik komputer
Sistem Grafika computer dibedakan antara non-interaktif dan interaktif:
1. Grafika computer non interaktif: dibuat sebagai akhir dari proses dalam bentuk hardcopy.
o Grafika dengan lineprinter: Sistem computer general purpose dengan perangkat lunak yang sesuai bias digunakan sebagai suatu system grafika (seperti di masa-masa awalnya grafika computer) yaitu dengan mengkombinasikan berbagai karakter dengan cara cetak-tumpuk untuk meniru pola shading (gradasi tingkat keabuan).
o Grafika dengan plotter dan semcam: terutama untuk grafika “line-drawing”.Grafika dengan hi quality printers: laser, ink-jet, thermal, dsb.
2. Grafika interaktif dapat dibuat dan dimanipulasi secara interaktif pada layar peranti peraga. Peranti-peranti peraga interaktif yang paling umum digunakan: CRT (tabung sinar katoda). Lain-lain: DVST, plasma-panel, LED/LCD, laser, dsb.
Komponen Dasar Sistem Grafik Interaktif :
o Masukan : mouse, tablet dan stylus, peralatan force feedback, scanner, live video stream, dll
o Proses dan Penyimpanan
o Keluaran : layar, printer berbasis kertas, perekam video, non-linear editor, dll
Tujuan dari grafika komputer ini adalah untuk memungkinkan manusia berkomunikasi lewat gambar, bagan-bagan, dan diagram.
Aplikasi grafik computer dan pengolahan citra
Adobe photosop
Adobe Photoshop adalah software yang dibuat oleh perusahaan Adobe System, yang di khususkan untuk pengeditan foto atau gambar dan pembuatan effect. Perangkat lunak ini banyak digunakan oleh Fotografer Digital dan perusahaan iklan sehingga dianggap sebagai pemimpin pasar (market leader) untuk perangkat lunak pengolah gambar. Meskipun pada awalnya Photoshop dirancang untuk menyunting gambar untuk cetakan berbasis-kertas, Photoshop yang ada saat ini juga dapat digunakan untuk memproduksi gambar untuk World Wide Web. Beberapa versi terakhir juga menyertakan aplikasi tambahan, Adobe ImageReady, untuk keperluan tersebut.
Photoshop juga memiliki hubungan erat dengan beberapa perangkat lunak penyunting media, animasi, dan authoring buatan Adobe lainnya.
Kelebihan Adobe Photoshop
Adobe Photoshop mempunyai banyak fasilitas yang memungkinkan seorang Desainer menciptakan efek-efek tertentu dan bisa menggunakan banyak variasi dari fasilitas yang disediakan oleh Adobe Photoshop, beberapa diantaranya yaitu:
- Membuat tulisan dengan effect tertentu.
Photoshop dapat mengubah bentuk tulisan menjadi lebih kreatif dan inovatif dengan tool effect yang ada didalamnya
- Membuat tekstur dan material yang beragam.
Dengan langkah-langkah tertentu, seorang Desainer dapat membuat gambar misalnya daun, logam, air, dan bermacam gambar lainnya
- Mengedit foto dan gambar yang sudah ada.
Dengan Photoshop kita dapat merubah gambar kita jelek menjadi bagus ataupun sebaliknya. Selain itu juga Photoshop dapat merubah foto seseorang menjadi sebuah gambar kartun. Atau dalamDesign Grafis disebut vector and vexel.
- Memproses materi Web.
Photoshop juga digunakan untuk keperluan web, misalnya: kompresi file gambar agar ukurannya lebih kecil, memotong gambar kecil-kecil (slice), dan membuat web photo gallery. Dengan Adobe Image Ready, gambar yang sudah ada bisa dibuat untuk keperluan web, misalnya menjadi rollover dan animasi GIF.
Kelemahan Adobe Photoshop
Kelemahan Adobe Photoshop dalam menciptakan Image adalah bahwa Adobe Photoshop hanya bisa digunakan untuk menciptakan Image yang statis, dan juga dengan berkembangnya versiPhotoshop sekarang ini spesifikasi Komputer untuk menjalankan program Adobe Photoshop juga harus sudah tinggi dan yang pasti akan diimbangi oleh harga yang tinggi pula.
KALIMAT EFEKTIF
Pengertian Kalimat Efektif
Kalimat efektif adalah kalimat yang mengungkapkan pikiran atau gagasan yang disampaikan sehingga dapat dipahami dan dimengerti oleh orang lain.
Kalimat efektif syarat-syarat sebagai berikut:
1.secara tepat mewakili pikiran pembicara atau penulisnya.
2.mengemukakan pemahaman yang sama tepatnya antara pikiran pendengar atau pembaca dengan yang dipikirkan pembaca atau penulisnya.
Ciri-Ciri Kalimat Efektif
1.Kesepadanan
Suatu kalimat efektif harus memenuhi unsur gramatikal yaitu unsur subjek (S), predikat (P), objek (O), keterangan (K). Di dalam kalimat efektif harus memiliki keseimbangan dalam pemakaian struktur bahasa.
Contoh:
Budi (S) pergi (P) ke kampus (KT).
Tidak Menjamakkan Subjek
Contoh:
Tomi pergi ke kampus, kemudian Tomi pergi ke perpustakaan (tidak efektif)
Tomi pergi ke kampus, kemudian ke perpustakaan (efektif)
2.Kecermatan Dalam Pemilihan dan Penggunaan Kata
Dalam membuat kalimat efektif jangan sampai menjadi kalimat yang ambigu (menimbulkan tafsiran ganda).
Contoh:
Mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal itu mendapatkan hadiah (ambigu dan tidak efektif).
Mahasiswa yang kuliah di perguruan tinggi yang terkenal itu mendapatkan hadiah (efektif).
3.Kehematan
Kehematan dalam kalimat efektif maksudnya adalah hemat dalam mempergunakan kata, frasa, atau bentuk lain yang dianggap tidak perlu, tetapi tidak menyalahi kaidah tata bahasa. Hal ini dikarenakan, penggunaan kata yang berlebih akan mengaburkan maksud kalimat. Untuk itu, ada beberapa kriteria yang perlu diperhatikan untuk dapat melakukan penghematan, yaitu:
a. Menghilangkan pengulangan subjek.
b. Menghindarkan pemakaian superordinat pada hiponimi kata.
c. Menghindarkan kesinoniman dalam satu kalimat.
d. Tidak menjamakkan kata-kata yang berbentuk jamak.
Contoh:
Karena ia tidak diajak, dia tidak ikut belajar bersama di rumahku. (tidak efektif)
Karena tidak diajak, dia tidak ikut belajar bersama di rumahku. (efektif)
Dia sudah menunggumu sejak dari pagi. (tidak efektif)
Dia sudah menunggumu sejak pagi. (efektif)
4.Kelogisan
Kelogisan ialah bahwa ide kalimat itu dapat dengan mudah dipahami dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku. Hubungan unsur-unsur dalam kalimat harus memiliki hubungan yang logis/masuk akal.
Contoh:
Untuk mempersingkat waktu, kami teruskan acara ini. (tidak efektif)
Untuk menghemat waktu, kami teruskan acara ini. (efektif)
5.Kesatuan atau Kepaduan
Kesatuan atau kepaduan di sini maksudnya adalah kepaduan pernyataan dalam kalimat itu, sehingga informasi yang disampaikannya tidak terpecah-pecah. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menciptakan kepaduan kalimat, yaitu:
a. Kalimat yang padu tidak bertele-tele dan tidak mencerminkan cara berpikir yang tidak simetris.
b. Kalimat yang padu mempergunakan pola aspek + agen + verbal secara tertib dalam kalimat-kalimat yang berpredikat pasif persona.
c. Kalimat yang padu tidak perlu menyisipkan sebuah kata seperti daripada atau tentang antara predikat kata kerja dan objek penderita.
Contoh:
Kita harus dapat mengembalikan kepada kepribadian kita orang-orang kota yang telah terlanjurmeninggalkan rasa kemanusiaan itu. (tidak efektif)
Kita harus mengembalikan kepribadian orang-orang kota yang sudah meninggalkan rasa kemanusiaan. (efektif)
Makalah ini membahas tentang teknologi fiber optik. (tidak efektif)
Makalah ini membahas teknologi fiber optik. (efektif)
6.Keparalelan atau Kesajajaran
Keparalelan atau kesejajaran adalah kesamaan bentuk kata atau imbuhan yang digunakan dalam kalimat itu. Jika pertama menggunakan verba, bentuk kedua juga menggunakan verba. Jika kalimat pertama menggunakan kata kerja berimbuhan me-, maka kalimat berikutnya harus menggunakan kata kerja berimbuhan me- juga.
Contoh:
Kakak menolong anak itu dengan dipapahnya ke pinggir jalan. (tidak efektif)
Kakak menolong anak itu dengan memapahnya ke pinggir jalan. (efektif)
Anak itu ditolong kakak dengan dipapahnya ke pinggir jalan. (efektif)
Harga sembako dibekukan atau kenaikan secara luwes. (tidak efektif)
Harga sembako dibekukan atau dinaikkan secara luwes. (efektif)
7.Ketegasan
Ketegasan atau penekanan ialah suatu perlakuan penonjolan terhadap ide pokok dari kalimat. Untuk membentuk penekanan dalam suatu kalimat, ada beberapa cara, yaitu:
a. Meletakkan kata yang ditonjolkan itu di depan kalimat (di awal kalimat).
Contoh:
Harapan kami adalah agar soal ini dapat kita bicarakan lagi pada kesempatan lain.
Pada kesempatan lain, kami berharap kita dapat membicarakan lagi soal ini. (ketegasan)
Presiden mengharapkan agar rakyat membangun bangsa dan negara ini dengan kemampuan yang ada pada dirinya.
Harapan presiden ialah agar rakyat membangun bangsa dan negaranya. (ketegasan)
b. Membuat urutan kata yang bertahap.
Contoh:
Bukan seribu, sejuta, atau seratus, tetapi berjuta-juta rupiah, telah disumbangkan kepada anak-anak terlantar. (salah)
Bukan seratus, seribu, atau sejuta, tetapi berjuta-juta rupiah, telah disumbangkan kepada anak-anak terlantar. (benar)
c. Melakukan pengulangan kata (repetisi).
Contoh:
Cerita itu begitu menarik, cerita itu sangat mengharukan.
d. Melakukan pertentangan terhadap ide yang ditonjolkan.
Contoh:
Anak itu bodoh, tetapi pintar.
e. Mempergunakan partikel penekanan (penegasan), seperti: partikel –lah, -pun, dan –kah.
Contoh:
Dapatkah mereka mengerti maksud perkataanku?
Dialah yang harus bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas ini.
Kalimat efektif adalah kalimat yang mengungkapkan pikiran atau gagasan yang disampaikan sehingga dapat dipahami dan dimengerti oleh orang lain.
Kalimat efektif syarat-syarat sebagai berikut:
1.secara tepat mewakili pikiran pembicara atau penulisnya.
2.mengemukakan pemahaman yang sama tepatnya antara pikiran pendengar atau pembaca dengan yang dipikirkan pembaca atau penulisnya.
Ciri-Ciri Kalimat Efektif
1.Kesepadanan
Suatu kalimat efektif harus memenuhi unsur gramatikal yaitu unsur subjek (S), predikat (P), objek (O), keterangan (K). Di dalam kalimat efektif harus memiliki keseimbangan dalam pemakaian struktur bahasa.
Contoh:
Budi (S) pergi (P) ke kampus (KT).
Tidak Menjamakkan Subjek
Contoh:
Tomi pergi ke kampus, kemudian Tomi pergi ke perpustakaan (tidak efektif)
Tomi pergi ke kampus, kemudian ke perpustakaan (efektif)
2.Kecermatan Dalam Pemilihan dan Penggunaan Kata
Dalam membuat kalimat efektif jangan sampai menjadi kalimat yang ambigu (menimbulkan tafsiran ganda).
Contoh:
Mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal itu mendapatkan hadiah (ambigu dan tidak efektif).
Mahasiswa yang kuliah di perguruan tinggi yang terkenal itu mendapatkan hadiah (efektif).
3.Kehematan
Kehematan dalam kalimat efektif maksudnya adalah hemat dalam mempergunakan kata, frasa, atau bentuk lain yang dianggap tidak perlu, tetapi tidak menyalahi kaidah tata bahasa. Hal ini dikarenakan, penggunaan kata yang berlebih akan mengaburkan maksud kalimat. Untuk itu, ada beberapa kriteria yang perlu diperhatikan untuk dapat melakukan penghematan, yaitu:
a. Menghilangkan pengulangan subjek.
b. Menghindarkan pemakaian superordinat pada hiponimi kata.
c. Menghindarkan kesinoniman dalam satu kalimat.
d. Tidak menjamakkan kata-kata yang berbentuk jamak.
Contoh:
Karena ia tidak diajak, dia tidak ikut belajar bersama di rumahku. (tidak efektif)
Karena tidak diajak, dia tidak ikut belajar bersama di rumahku. (efektif)
Dia sudah menunggumu sejak dari pagi. (tidak efektif)
Dia sudah menunggumu sejak pagi. (efektif)
4.Kelogisan
Kelogisan ialah bahwa ide kalimat itu dapat dengan mudah dipahami dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku. Hubungan unsur-unsur dalam kalimat harus memiliki hubungan yang logis/masuk akal.
Contoh:
Untuk mempersingkat waktu, kami teruskan acara ini. (tidak efektif)
Untuk menghemat waktu, kami teruskan acara ini. (efektif)
5.Kesatuan atau Kepaduan
Kesatuan atau kepaduan di sini maksudnya adalah kepaduan pernyataan dalam kalimat itu, sehingga informasi yang disampaikannya tidak terpecah-pecah. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menciptakan kepaduan kalimat, yaitu:
a. Kalimat yang padu tidak bertele-tele dan tidak mencerminkan cara berpikir yang tidak simetris.
b. Kalimat yang padu mempergunakan pola aspek + agen + verbal secara tertib dalam kalimat-kalimat yang berpredikat pasif persona.
c. Kalimat yang padu tidak perlu menyisipkan sebuah kata seperti daripada atau tentang antara predikat kata kerja dan objek penderita.
Contoh:
Kita harus dapat mengembalikan kepada kepribadian kita orang-orang kota yang telah terlanjurmeninggalkan rasa kemanusiaan itu. (tidak efektif)
Kita harus mengembalikan kepribadian orang-orang kota yang sudah meninggalkan rasa kemanusiaan. (efektif)
Makalah ini membahas tentang teknologi fiber optik. (tidak efektif)
Makalah ini membahas teknologi fiber optik. (efektif)
6.Keparalelan atau Kesajajaran
Keparalelan atau kesejajaran adalah kesamaan bentuk kata atau imbuhan yang digunakan dalam kalimat itu. Jika pertama menggunakan verba, bentuk kedua juga menggunakan verba. Jika kalimat pertama menggunakan kata kerja berimbuhan me-, maka kalimat berikutnya harus menggunakan kata kerja berimbuhan me- juga.
Contoh:
Kakak menolong anak itu dengan dipapahnya ke pinggir jalan. (tidak efektif)
Kakak menolong anak itu dengan memapahnya ke pinggir jalan. (efektif)
Anak itu ditolong kakak dengan dipapahnya ke pinggir jalan. (efektif)
Harga sembako dibekukan atau kenaikan secara luwes. (tidak efektif)
Harga sembako dibekukan atau dinaikkan secara luwes. (efektif)
7.Ketegasan
Ketegasan atau penekanan ialah suatu perlakuan penonjolan terhadap ide pokok dari kalimat. Untuk membentuk penekanan dalam suatu kalimat, ada beberapa cara, yaitu:
a. Meletakkan kata yang ditonjolkan itu di depan kalimat (di awal kalimat).
Contoh:
Harapan kami adalah agar soal ini dapat kita bicarakan lagi pada kesempatan lain.
Pada kesempatan lain, kami berharap kita dapat membicarakan lagi soal ini. (ketegasan)
Presiden mengharapkan agar rakyat membangun bangsa dan negara ini dengan kemampuan yang ada pada dirinya.
Harapan presiden ialah agar rakyat membangun bangsa dan negaranya. (ketegasan)
b. Membuat urutan kata yang bertahap.
Contoh:
Bukan seribu, sejuta, atau seratus, tetapi berjuta-juta rupiah, telah disumbangkan kepada anak-anak terlantar. (salah)
Bukan seratus, seribu, atau sejuta, tetapi berjuta-juta rupiah, telah disumbangkan kepada anak-anak terlantar. (benar)
c. Melakukan pengulangan kata (repetisi).
Contoh:
Cerita itu begitu menarik, cerita itu sangat mengharukan.
d. Melakukan pertentangan terhadap ide yang ditonjolkan.
Contoh:
Anak itu bodoh, tetapi pintar.
e. Mempergunakan partikel penekanan (penegasan), seperti: partikel –lah, -pun, dan –kah.
Contoh:
Dapatkah mereka mengerti maksud perkataanku?
Dialah yang harus bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas ini.
KUTIPAN
Gambaran Awal Kutipan
Kutipan adalah gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Gagasan itu bisa diambil dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya. ( Definisi Kutipan )
Penulisan sumber kutipan ada yang menggunakan pola Harvard, ada pula yang menggunakan pola konvensional atau catatan kaki (footnote).
Fungsi Kutipan
1. Landasan teori
2. Penguat pendapat orang lain3.
3. Penjelasan suatu uraian
4. Bahan bukti untuk menunjang pendapat itu.
Jenis Kutipan
1. Kutipan langsung adalah pinjaman pendapat dengan mengambil secara lengkap kata demi kata, kalimat demi kalimat dari sumber teks asli.
2. Kutipan tak langsung adalah pinjaman pendapat dengan mengambil inti sarinya saja.
3. Kutipan pada catatan kaki.
4. Kutipan atas ucapan lisan.
5. Kutipan dalam kutipan.
6. Kutipan langsung dalam materi.
Cara Menulis Kutipan Dengan Benar
Penulisan dan pencantuman kutipan dengan pola Harvard ditandai dengan menuliskan nama belakang pengarang, tahun terbit, dan halaman buku yang dikutip di awal atau di akhir kutipan. Data lengkap sumber yang dikutip itu dicantumkan pada daftar pustaka. Ada dua cara dalam mengutip, yakni langsung dan tidak langsung. Kutipan langsung adalah mengutip sesuai dengan sumber aslinya, artinya kalimat-kalimat tidak ada yang diubah. Disebut kutipan tidak langsung jika mengutip dengan cara meringkas kalimat dari sumber aslinya, namun tidak menghilangkan gagasan asli dari sumber tersebut.
Contoh kutipan Langsung
Argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain, agar mereka itu percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penulis atau pembicara (Keraf, 1983: 3). ( Contoh kutipan Langsung 1# )
-------------------------------------------------------
Menurut Gorys Keraf dalam bukunya Argumentasi dan Narasi (1983:3), argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain, agar mereka itu percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penulis atau pembicara. ( Contoh kutipan Langsung 2# )
--------------------------------------------------------
Argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain, agar mereka itu percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penulis atau pembicara 1 ( Contoh kutipan Langsung 3# )
Contoh kutipan Tidak Langsung
Seperti dikatakan oleh Gorys Keraf (1983:3) bahwa argumentasi pada dasarnya tulisan yang bertujuan mempengaruhi keyakinan pembaca agar yakin akan pendapat penulis bahkan mau melakukan apa yang dikatakan penulis. ( Contoh kutipan Tidak Langsung 1# )
-------------------------------------------------------
Argumentasi pada dasarnya tulisan yang bertujuan mempengaruhi keyakinan pembaca agar yakin akan pendapat penulis bahkan mau melakukan apa yang dikatakan penulis (Keraf, 1983:3). ( Contoh kutipan Tidak Langsung 2# )
-------------------------------------------------------
Argumentasi pada dasarnya tulisan yang bertujuan mempengaruhi keyakinan pembaca agar yakin akan pendapat penulis bahkan mau melakukan apa yang dikatakan penulis1). ( Contoh kutipan Tidak Langsung 3# )
Seperti halnya penulisan data, penulisan kutipan (referensi) ini juga harus menyebutkan sumber kutipan tersebut. Seperti contoh di atas menyebutkan bahwa sumber diambil dari buku karangan Gorys Keraf, yang terbit pada tahun 1983, dan sumber tersebut terdapat di halaman 3. Informasi mengenai penerbit dan judul buku dapat dilihat di Daftar Pustaka atau Bibliografi. Pada contoh terakhir hanya ditulis angka 1, menyatakan bahwa keterangan sumber dicantumkan di bawah halaman yang disebut dengan catatan kaki.
Kutipan adalah gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Gagasan itu bisa diambil dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya. ( Definisi Kutipan )
Penulisan sumber kutipan ada yang menggunakan pola Harvard, ada pula yang menggunakan pola konvensional atau catatan kaki (footnote).
Fungsi Kutipan
1. Landasan teori
2. Penguat pendapat orang lain3.
3. Penjelasan suatu uraian
4. Bahan bukti untuk menunjang pendapat itu.
Jenis Kutipan
1. Kutipan langsung adalah pinjaman pendapat dengan mengambil secara lengkap kata demi kata, kalimat demi kalimat dari sumber teks asli.
2. Kutipan tak langsung adalah pinjaman pendapat dengan mengambil inti sarinya saja.
3. Kutipan pada catatan kaki.
4. Kutipan atas ucapan lisan.
5. Kutipan dalam kutipan.
6. Kutipan langsung dalam materi.
Cara Menulis Kutipan Dengan Benar
Penulisan dan pencantuman kutipan dengan pola Harvard ditandai dengan menuliskan nama belakang pengarang, tahun terbit, dan halaman buku yang dikutip di awal atau di akhir kutipan. Data lengkap sumber yang dikutip itu dicantumkan pada daftar pustaka. Ada dua cara dalam mengutip, yakni langsung dan tidak langsung. Kutipan langsung adalah mengutip sesuai dengan sumber aslinya, artinya kalimat-kalimat tidak ada yang diubah. Disebut kutipan tidak langsung jika mengutip dengan cara meringkas kalimat dari sumber aslinya, namun tidak menghilangkan gagasan asli dari sumber tersebut.
Contoh kutipan Langsung
Argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain, agar mereka itu percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penulis atau pembicara (Keraf, 1983: 3). ( Contoh kutipan Langsung 1# )
-------------------------------------------------------
Menurut Gorys Keraf dalam bukunya Argumentasi dan Narasi (1983:3), argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain, agar mereka itu percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penulis atau pembicara. ( Contoh kutipan Langsung 2# )
--------------------------------------------------------
Argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain, agar mereka itu percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penulis atau pembicara 1 ( Contoh kutipan Langsung 3# )
Contoh kutipan Tidak Langsung
Seperti dikatakan oleh Gorys Keraf (1983:3) bahwa argumentasi pada dasarnya tulisan yang bertujuan mempengaruhi keyakinan pembaca agar yakin akan pendapat penulis bahkan mau melakukan apa yang dikatakan penulis. ( Contoh kutipan Tidak Langsung 1# )
-------------------------------------------------------
Argumentasi pada dasarnya tulisan yang bertujuan mempengaruhi keyakinan pembaca agar yakin akan pendapat penulis bahkan mau melakukan apa yang dikatakan penulis (Keraf, 1983:3). ( Contoh kutipan Tidak Langsung 2# )
-------------------------------------------------------
Argumentasi pada dasarnya tulisan yang bertujuan mempengaruhi keyakinan pembaca agar yakin akan pendapat penulis bahkan mau melakukan apa yang dikatakan penulis1). ( Contoh kutipan Tidak Langsung 3# )
Seperti halnya penulisan data, penulisan kutipan (referensi) ini juga harus menyebutkan sumber kutipan tersebut. Seperti contoh di atas menyebutkan bahwa sumber diambil dari buku karangan Gorys Keraf, yang terbit pada tahun 1983, dan sumber tersebut terdapat di halaman 3. Informasi mengenai penerbit dan judul buku dapat dilihat di Daftar Pustaka atau Bibliografi. Pada contoh terakhir hanya ditulis angka 1, menyatakan bahwa keterangan sumber dicantumkan di bawah halaman yang disebut dengan catatan kaki.
Senin, 18 April 2011
Perubahan Pemerintahan Serta Contoh Perubahan Sosial Budaya di Indonesia
Penerapan demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
Ada beberapa contoh sederhana yang dapat diunjukkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam lingkungan keluarga, harus membiasakan diri untuk menghormati pendapat anggota keluarga yang lain. Dalam lingkungan sekolah, tidak boleh memaksakan kehendak pada teman kalian, serta mematuhi tata tertib sekolah. Dalam suatu pertandingan olah raga misalnya, seluruh peserta harus mematuhi aturan permainan (rule of the game), tunduk pada putusan juri, sportif, bersedia menerima kekalahan dan lain-lain. Meskipun tampak sederhana, justru dalam kehidupan bermasyarakat itulah perlu membiasakan hidup secara demokratis. Pembudayaan demokrasi perlu menjadi agenda penting bagi bangsa Indonesia, demi terwujudnya kesadaran berdemokrasi di kalangan masyarakat.
Kelebihan dan kekurangan demokrasi sosialis
Biarpun program itu kelihatannya terlalu luas, yakni menciptakan kesempatan yang lebih banyak bagi kelas-kelas yang berkedudukan rendah; mengakhiri perbedaan yang didasarkan atas kelahiran dan bukan atas jasa; membuka lapangan-lapangan pendidikan bagi semua rakyat; menghapuskan praktik-praktik diskriminasi yang didasarkan atas jenis kelamin, agama, suku bangsa atau kelas sosial; mengatur dan mereorganisasi ekonomi untuk kepentingan seluruh masyarakat; mempertahankan “full employment”; memberikan jaminan sosial yang cukup bagi mereka yang sakit, menganggur dan sudah tua; merencanakan kembali kota-kota kecil dan kotakota besar; membongkar daerah-daerah perkampungan yang padat dan membangun rumah-rumah baru; memberikan pemeliharaan kesehatan bagi setiap orang tanpa melihat isi dompetnya; dan akhirnya, membangun kembali masyarakat atas dasar kerja sama sebagai ganti persaingan, dorongan, dan keuntungan.
Semua tujuan sosialisme demokratis ini mempunyai persamaan dalam satu hal: membuat demokrasi lebih nyata dengan jalan memperluas penggunaan prinsip-prinsip demokrasi dari lapangan politik ke lapangan non-politik pada masyarakat.
Perubahan Amandemen dan Konstitusi
Sejak era reformasi, MPR hasil Pemilu 1999 telah melakukan empat kali amandemen UUD 1945. yaitu amandemen pertama (19 Oktober 1999), amandemen kedua (18 Agustus 2000), amendemen ketiga (9 November 2001), dan amandemen keempat (10 Agustus 2002).
Perubahan pertama sampai keempat UUD 1945 tersebut telah mengubah hampir selurun sistem ketatanegaraan di negara Indonesia (berbeda dengan sistem ketatanegaraan yang dianut oleh UUD 1945), seperti lahirnya lembaga-lembaga baru, yaitu Dewan Perwakilan Daerah, Mahkamah Konstitusi, dan Komisi Yudisial. Adapun perubahan tersebut di antaranya adalah sebagai berikut:
Dampak Globalisasi terhadap Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara
Proses gobalisasi (penduniaan) yang bergerak berlandaskan pada liberalisme fundamental itu telah memengaruhi seluruh aspek kehidupan di hampir semua lapisan masyarakat dunia, baik pada masyarakat di negara-negara maju maupun berkembang. Proses globalisasi ini mencakup lintas bangsa yang di dukung oleh berkembangnya ideologi kapitalisme yang mampu mengalahkan ideologi komunisme dan sosialisme, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (terutama teknologi informasi dan komunikasi), serta berkembangnya ekonomi liberal yang menghasilkan terciptanya pasar bebas. Pada pembahasan berikut ini, akan dibahas dampak globalisasi dalam bidang ekonomi, sosial budaya dan politik, dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Contoh perubahan sosial budaya di indonesia
Posted on 16 November 2010.
Fenomena perubahan sosial budaya yang terjadi sangat tergantung dari kemampuan masyarakat dalam mengarungi perubahan itu termasuk kesiapan dalam melakukan perubahan. Perubahan secara cepat dapat terjadi apabila ada keinginan umum untuk mendorong terjadinya perubahan itu, ada pemimpin, tujuan yang pasti, dan waktu yang tepat untuk melaksanakan perubahan yang cepat tersebut.
Berdasarkan tingkat perubahan yang terjadi, adakalanya perubahan tersebut memiliki pengaruh yang besar dan mendasar, tetapi ada juga yang pengaruhnya tidak begitu besar dan tidak mendasar. Sebagai contoh, perkembangan mode pada fashion bersifat siklis dan pengaruhnya tidak begitu mendasar karena hanya bersifat sementara, jangka waktu perubahan relatif cepat. Contoh perubahan yang amat mendasar dan memerlukan waktu yang panjang adalah perubahan dari masyarakat agraris be masyarakat industri.
Adakalanya perubahan itu memang direncanakan data tahapan-tahapan tertentu. Data sejarah pembangunan Indonesia, kita mengenal adanya tahapan-tahapan data pembangunan (PELITA), sehingga perubahan itu pada suatu saat tertentu akan memperoleh hasil yang diharapkan.
Apa dan bagaimana perubahan sosial budaya dapat terjadi? Kalau kita pikirkan sebenarnya yang selalu abadi dalam perjalanan kehidupan manusia adalah “perubahan” itu sendiri. Namun, secara garis besar, kita dapat membedakan sebab terjadinya perubahan tersebut berasal dari faktor internal dan faktor eksternal.
Perilaku masyarakat akibat perubahan sosial dapat berupa pemberontakan, aksi pastes, demonstrasi, data tindakan kriminal. Berikut beberapa contoh perubahan sosial budaya di indonesia:
Pemberontakan
Pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS)
Pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS) terjadi ketika sebagian kecil kelompok masyarakat Ambon yang dipimpin oleh Christian Robert Steven Soumokil, bekas Jaksa Agung Negara Indonesia Titnur (NIT) tidak puas dengan terjadinya proses kembali ke negara kesatuan setelah Konfe-rensi Meja Bandar (KMB). Pemberontakan ini menggunakan unsur KNIL yang merasa tidak pasti tentang status mereka setelah KMB. Pemberontakan ini berlangsung sekitar 4 balms dan berakhir setelah pemimpin mereka, dr. Soumokil, ditangkap. Sebagian dari yang berhasil lolos dari kejaran tentara RI melarikan diri ke Belanda data bergabung dengan mereka yang telah bermigrasi lebih awal serta membentuk RMS di pengasingan. Di sini jelas bahwa pemberontakan yang mereka lakukan karena adanya perubahan sosial-budaya khususnya status mereka anggota KNIL setelah KMB.
b.Pemberontakan Darul Islam (DI/TII) di Jawa Barat, Sulawesi Selatan, dan Aceh
Pemberontakan ini merupakan gerakan keagamaan yang bertujuan membentuk negara Indonesia berazaskan hukum Islam. Pemberontakan di daerah-daerah tersebut pada umumnya terjadi karena ketidakpuasan terhadap pemerintah pusat yang tidak memberikan penghargaan yang pastas untuk mereka yang telah berjuang membela dan mempertahankan RI. Bentuk ketidakpuasan itu tentu mempunyai latar belakang yang berbeda. Yang pasti pars pemimpin gerakan merasa tidak puas karena adanya perubahan sosial budaya. Di Aceh misalnya Daud Beureh tidak puas akan kedudukannya yang semula sebagai gubemur Daerah istimewa Aceh menjadi salah satu karesidenan Sumatra utara bukan lagi provinsi. Pemerintah RI setelah kembali menjadi negara kesatuan melakukan penyederhanaan administrasi, sehingga status Daud Beureh tidak lagi menjadi gubernur Aceh melainkan hanya seorang residen.
c. Pemberontakan PRRI/Permesta
Pemberontakan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) terjadi di Sumatra Barat dan Permesta di Sulawesi Utara. Kedua pemberontakan ini terjadi karena ketidakpuasan terhadap kebijakan ekonomi tersentralisir yang dikeluarkan pemerintah pusat yang semula otonomi. Sebab dalam kenyataannya hasil yang diperoleh dari daerah ke pusat tidak dimanfaatkan untuk mensejahterakan penduduk daerah mereka sendiri. Mereka menuntut kembali adanya desentralisasi ekonomi khususnya di bidang ekspor.
Ada beberapa contoh sederhana yang dapat diunjukkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam lingkungan keluarga, harus membiasakan diri untuk menghormati pendapat anggota keluarga yang lain. Dalam lingkungan sekolah, tidak boleh memaksakan kehendak pada teman kalian, serta mematuhi tata tertib sekolah. Dalam suatu pertandingan olah raga misalnya, seluruh peserta harus mematuhi aturan permainan (rule of the game), tunduk pada putusan juri, sportif, bersedia menerima kekalahan dan lain-lain. Meskipun tampak sederhana, justru dalam kehidupan bermasyarakat itulah perlu membiasakan hidup secara demokratis. Pembudayaan demokrasi perlu menjadi agenda penting bagi bangsa Indonesia, demi terwujudnya kesadaran berdemokrasi di kalangan masyarakat.
Kelebihan dan kekurangan demokrasi sosialis
Biarpun program itu kelihatannya terlalu luas, yakni menciptakan kesempatan yang lebih banyak bagi kelas-kelas yang berkedudukan rendah; mengakhiri perbedaan yang didasarkan atas kelahiran dan bukan atas jasa; membuka lapangan-lapangan pendidikan bagi semua rakyat; menghapuskan praktik-praktik diskriminasi yang didasarkan atas jenis kelamin, agama, suku bangsa atau kelas sosial; mengatur dan mereorganisasi ekonomi untuk kepentingan seluruh masyarakat; mempertahankan “full employment”; memberikan jaminan sosial yang cukup bagi mereka yang sakit, menganggur dan sudah tua; merencanakan kembali kota-kota kecil dan kotakota besar; membongkar daerah-daerah perkampungan yang padat dan membangun rumah-rumah baru; memberikan pemeliharaan kesehatan bagi setiap orang tanpa melihat isi dompetnya; dan akhirnya, membangun kembali masyarakat atas dasar kerja sama sebagai ganti persaingan, dorongan, dan keuntungan.
Semua tujuan sosialisme demokratis ini mempunyai persamaan dalam satu hal: membuat demokrasi lebih nyata dengan jalan memperluas penggunaan prinsip-prinsip demokrasi dari lapangan politik ke lapangan non-politik pada masyarakat.
Perubahan Amandemen dan Konstitusi
Sejak era reformasi, MPR hasil Pemilu 1999 telah melakukan empat kali amandemen UUD 1945. yaitu amandemen pertama (19 Oktober 1999), amandemen kedua (18 Agustus 2000), amendemen ketiga (9 November 2001), dan amandemen keempat (10 Agustus 2002).
Perubahan pertama sampai keempat UUD 1945 tersebut telah mengubah hampir selurun sistem ketatanegaraan di negara Indonesia (berbeda dengan sistem ketatanegaraan yang dianut oleh UUD 1945), seperti lahirnya lembaga-lembaga baru, yaitu Dewan Perwakilan Daerah, Mahkamah Konstitusi, dan Komisi Yudisial. Adapun perubahan tersebut di antaranya adalah sebagai berikut:
Dampak Globalisasi terhadap Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara
Proses gobalisasi (penduniaan) yang bergerak berlandaskan pada liberalisme fundamental itu telah memengaruhi seluruh aspek kehidupan di hampir semua lapisan masyarakat dunia, baik pada masyarakat di negara-negara maju maupun berkembang. Proses globalisasi ini mencakup lintas bangsa yang di dukung oleh berkembangnya ideologi kapitalisme yang mampu mengalahkan ideologi komunisme dan sosialisme, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (terutama teknologi informasi dan komunikasi), serta berkembangnya ekonomi liberal yang menghasilkan terciptanya pasar bebas. Pada pembahasan berikut ini, akan dibahas dampak globalisasi dalam bidang ekonomi, sosial budaya dan politik, dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Contoh perubahan sosial budaya di indonesia
Posted on 16 November 2010.
Fenomena perubahan sosial budaya yang terjadi sangat tergantung dari kemampuan masyarakat dalam mengarungi perubahan itu termasuk kesiapan dalam melakukan perubahan. Perubahan secara cepat dapat terjadi apabila ada keinginan umum untuk mendorong terjadinya perubahan itu, ada pemimpin, tujuan yang pasti, dan waktu yang tepat untuk melaksanakan perubahan yang cepat tersebut.
Berdasarkan tingkat perubahan yang terjadi, adakalanya perubahan tersebut memiliki pengaruh yang besar dan mendasar, tetapi ada juga yang pengaruhnya tidak begitu besar dan tidak mendasar. Sebagai contoh, perkembangan mode pada fashion bersifat siklis dan pengaruhnya tidak begitu mendasar karena hanya bersifat sementara, jangka waktu perubahan relatif cepat. Contoh perubahan yang amat mendasar dan memerlukan waktu yang panjang adalah perubahan dari masyarakat agraris be masyarakat industri.
Adakalanya perubahan itu memang direncanakan data tahapan-tahapan tertentu. Data sejarah pembangunan Indonesia, kita mengenal adanya tahapan-tahapan data pembangunan (PELITA), sehingga perubahan itu pada suatu saat tertentu akan memperoleh hasil yang diharapkan.
Apa dan bagaimana perubahan sosial budaya dapat terjadi? Kalau kita pikirkan sebenarnya yang selalu abadi dalam perjalanan kehidupan manusia adalah “perubahan” itu sendiri. Namun, secara garis besar, kita dapat membedakan sebab terjadinya perubahan tersebut berasal dari faktor internal dan faktor eksternal.
Perilaku masyarakat akibat perubahan sosial dapat berupa pemberontakan, aksi pastes, demonstrasi, data tindakan kriminal. Berikut beberapa contoh perubahan sosial budaya di indonesia:
Pemberontakan
Pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS)
Pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS) terjadi ketika sebagian kecil kelompok masyarakat Ambon yang dipimpin oleh Christian Robert Steven Soumokil, bekas Jaksa Agung Negara Indonesia Titnur (NIT) tidak puas dengan terjadinya proses kembali ke negara kesatuan setelah Konfe-rensi Meja Bandar (KMB). Pemberontakan ini menggunakan unsur KNIL yang merasa tidak pasti tentang status mereka setelah KMB. Pemberontakan ini berlangsung sekitar 4 balms dan berakhir setelah pemimpin mereka, dr. Soumokil, ditangkap. Sebagian dari yang berhasil lolos dari kejaran tentara RI melarikan diri ke Belanda data bergabung dengan mereka yang telah bermigrasi lebih awal serta membentuk RMS di pengasingan. Di sini jelas bahwa pemberontakan yang mereka lakukan karena adanya perubahan sosial-budaya khususnya status mereka anggota KNIL setelah KMB.
b.Pemberontakan Darul Islam (DI/TII) di Jawa Barat, Sulawesi Selatan, dan Aceh
Pemberontakan ini merupakan gerakan keagamaan yang bertujuan membentuk negara Indonesia berazaskan hukum Islam. Pemberontakan di daerah-daerah tersebut pada umumnya terjadi karena ketidakpuasan terhadap pemerintah pusat yang tidak memberikan penghargaan yang pastas untuk mereka yang telah berjuang membela dan mempertahankan RI. Bentuk ketidakpuasan itu tentu mempunyai latar belakang yang berbeda. Yang pasti pars pemimpin gerakan merasa tidak puas karena adanya perubahan sosial budaya. Di Aceh misalnya Daud Beureh tidak puas akan kedudukannya yang semula sebagai gubemur Daerah istimewa Aceh menjadi salah satu karesidenan Sumatra utara bukan lagi provinsi. Pemerintah RI setelah kembali menjadi negara kesatuan melakukan penyederhanaan administrasi, sehingga status Daud Beureh tidak lagi menjadi gubernur Aceh melainkan hanya seorang residen.
c. Pemberontakan PRRI/Permesta
Pemberontakan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) terjadi di Sumatra Barat dan Permesta di Sulawesi Utara. Kedua pemberontakan ini terjadi karena ketidakpuasan terhadap kebijakan ekonomi tersentralisir yang dikeluarkan pemerintah pusat yang semula otonomi. Sebab dalam kenyataannya hasil yang diperoleh dari daerah ke pusat tidak dimanfaatkan untuk mensejahterakan penduduk daerah mereka sendiri. Mereka menuntut kembali adanya desentralisasi ekonomi khususnya di bidang ekspor.
Selasa, 12 April 2011
resep kepiting saus tiram
Bahan:
3 ekor kepiting ukuran sedang yang segar/hidup
2 sdm air jeruk nipis
minyak goreng
Saus:
1 sdm minyak sayur
2 sdm margarin
50 g bawang Bombay, cincang
1 siung bawang putih, cincang
3 sdm saus tiram
1 sdm kecap asin
1 sdm saus Inggris
1 sdm saus tomat botolan
1/2 sdt merica bubuk
1/2 sdt garam
50 ml air
Cara membuat:
# Matikan kepiting, potong dua, bersihkan cangkang dan buang kakinya.
# Perciki air jeruk nipis. Tiriskan.
# Goreng dalam minyak banyak di atas api sedang hingga matang dan kering. Tiriskan.
# Saus: Panaskan minyak dan margarin hingga leleh.
# Tumis bawang putih dan bawang Bombay hingga layu.
# Masukkan semua bumbu dan air, didihkan.
# Masukkan kepiting goreng, aduk rata. Angkat.
# Sajikan panas.
sumber : http://www.resep.web.id/indonesia/kepiting-saus-tiram.htm
3 ekor kepiting ukuran sedang yang segar/hidup
2 sdm air jeruk nipis
minyak goreng
Saus:
1 sdm minyak sayur
2 sdm margarin
50 g bawang Bombay, cincang
1 siung bawang putih, cincang
3 sdm saus tiram
1 sdm kecap asin
1 sdm saus Inggris
1 sdm saus tomat botolan
1/2 sdt merica bubuk
1/2 sdt garam
50 ml air
Cara membuat:
# Matikan kepiting, potong dua, bersihkan cangkang dan buang kakinya.
# Perciki air jeruk nipis. Tiriskan.
# Goreng dalam minyak banyak di atas api sedang hingga matang dan kering. Tiriskan.
# Saus: Panaskan minyak dan margarin hingga leleh.
# Tumis bawang putih dan bawang Bombay hingga layu.
# Masukkan semua bumbu dan air, didihkan.
# Masukkan kepiting goreng, aduk rata. Angkat.
# Sajikan panas.
sumber : http://www.resep.web.id/indonesia/kepiting-saus-tiram.htm
obat insomnia
Anda sering mengalami gangguan sulit tidur atau insomnia? Ada cara alami untuk mengatasi insomnia, yakni dengan memanfaatkan pala, kangkung, dan seledri.
Salah satu kiat agar tubuh senantiasa bugar adalah tidur cukup dan berkualitas. Masalahnya, banyak orang sekarang kurang tidur gara-gara mengalami gangguan tidur atau insomnia.
Faktanya, 30-50 persen penduduk dunia menderita insomnia, dan 10 persen di antaranya masuk kategori insomnia kronis. Meski tubuh sudah cukup lama terbaring di kasur, tak kunjung bisa terlelap.
Penyebab utama insomnia adalah stres. Penderita insomnia biasanya punya daya konsentrasi yang lemah dan mengalami kepenatan dalam tingkat parah. Kecukupan tidur Anda tidak diukur dari lamanya waktu tidur, tetapi lebih pada kualitas tidur. Tidur dikatakan berkualitas jika Anda terbangun di pagi hari dalam keadaan bugar.
Jangan anggap remeh ramuan tradisional, memang sih kelihatan dan terdengar aneh, tapi hal ini sudah terbukti oleh teman saya. Teman saya membuat ramuan tradisional berbahan baku kangkung, pala, dan seledri yang kemudian di jus. Setelah rutin minum jus tiga bahan itu, beberapa hari kemudian ia bisa tidur nyenyak.
Efek Menenangkan
Di Indonesia, sejarah penggunaan pala dan kangkung sebagai herbal untuk mengatasi insomnia, secara turun temurun sudah berlangsung selama ratusan tahun. Literatur paling tua ditulis oleh Mevrouw J. Kloppenburg-Versteegh, seorang wanita Belanda.
Seledri juga sudah lama dipakai di Indonesia maupun di belahan bumi lain sebagai obat untuk mengatasi insomnia. Seledri lebih memiliki efek menenangkan dan menurunkan darah tinggi. Seperti kita tahu, saat stres, tekanan darah seseorang biasanya tidak stabil. Nah, seledri berfungsi untuk menstabilkan (bukan menurunkan) tekanan darah.
Gabungan ketiga bahan itu, yakni kangkung, pala, dan seledri, yang belakangan ini saya ketahui yang awal mulanya diramu oleh Dr. J. Sidhajatra Suwono, sekitar 30-an tahun lalu, terbukti efektif mengatasi masa¬lah sulit tidur dan menstabilkan tekanan darah tinggi.
Kangkung berfungsi sebagai pemicu kantuk. Pala sebenarnya tidak terlalu menyebabkan kantuk seperti kangkung, tetapi membuat enak tidur. Sementara itu, seledri berperan menstabilkan tekanan darah.
Bila Anda bermasalah dengan gangguan tidur (insomnia), cobalah tiga serangkai ini. Dijamin Anda akan bisa tidur nyenyak.
Ada berbagai macam cara mengolahnya :
Direbus atau Dijus
Kangkung dan seledri dapat dikonsumsi sebagai sayuran, sedangkan pala bisa dibuat sirop atau manisan. Ketiga bahan tersebut bisa diramu untuk mengatasi gangguan tidur.
Bagaimana caranya? misalnya masing-masing 1 genggam daun kangkung dan seledri basah serta pala secukupnya. Dalam bentuk kering, kurang lebih beratnya sekitar 3-10 gram.
Rebusan
Cuci bersih dua genggam kangkung yang telah dibersihkan bagian batang bawahnya, dua genggam seledri, dan pala secukupnya. Panaskan tiga gelas air sampai mendidih. Selanjutnya masukkan ketiga bahan tersebut dan tunggu sampai airnya tinggal satu gelas. Bisa ditambahkan satu sendok teh madu bila suka. Minum ramuan ini setelah makan malam atau sebelum tidur.
Jus
Cuci bersih satu genggam kangkung segar yang telah dibersihkan batang bawahnya, satu genggam seledri, dan pala secukupnya. Ketiga bahan tersebut dimasukkan ke dalam blender yang telah diisi satu setengah gelas air.
Setelah dijus, Anda dapat menyaringnya dan menambahkan satu sendok teh madu atau susu secukupnya agar lebih manis. Jika ingin lebih segar, tambahkan es batu. Minum sesudah makan malam atau sesaat sebelum tidur.
sumber : http://gugling.com/obat-tidur-alami-atasi-insomnia.html
Salah satu kiat agar tubuh senantiasa bugar adalah tidur cukup dan berkualitas. Masalahnya, banyak orang sekarang kurang tidur gara-gara mengalami gangguan tidur atau insomnia.
Faktanya, 30-50 persen penduduk dunia menderita insomnia, dan 10 persen di antaranya masuk kategori insomnia kronis. Meski tubuh sudah cukup lama terbaring di kasur, tak kunjung bisa terlelap.
Penyebab utama insomnia adalah stres. Penderita insomnia biasanya punya daya konsentrasi yang lemah dan mengalami kepenatan dalam tingkat parah. Kecukupan tidur Anda tidak diukur dari lamanya waktu tidur, tetapi lebih pada kualitas tidur. Tidur dikatakan berkualitas jika Anda terbangun di pagi hari dalam keadaan bugar.
Jangan anggap remeh ramuan tradisional, memang sih kelihatan dan terdengar aneh, tapi hal ini sudah terbukti oleh teman saya. Teman saya membuat ramuan tradisional berbahan baku kangkung, pala, dan seledri yang kemudian di jus. Setelah rutin minum jus tiga bahan itu, beberapa hari kemudian ia bisa tidur nyenyak.
Efek Menenangkan
Di Indonesia, sejarah penggunaan pala dan kangkung sebagai herbal untuk mengatasi insomnia, secara turun temurun sudah berlangsung selama ratusan tahun. Literatur paling tua ditulis oleh Mevrouw J. Kloppenburg-Versteegh, seorang wanita Belanda.
Seledri juga sudah lama dipakai di Indonesia maupun di belahan bumi lain sebagai obat untuk mengatasi insomnia. Seledri lebih memiliki efek menenangkan dan menurunkan darah tinggi. Seperti kita tahu, saat stres, tekanan darah seseorang biasanya tidak stabil. Nah, seledri berfungsi untuk menstabilkan (bukan menurunkan) tekanan darah.
Gabungan ketiga bahan itu, yakni kangkung, pala, dan seledri, yang belakangan ini saya ketahui yang awal mulanya diramu oleh Dr. J. Sidhajatra Suwono, sekitar 30-an tahun lalu, terbukti efektif mengatasi masa¬lah sulit tidur dan menstabilkan tekanan darah tinggi.
Kangkung berfungsi sebagai pemicu kantuk. Pala sebenarnya tidak terlalu menyebabkan kantuk seperti kangkung, tetapi membuat enak tidur. Sementara itu, seledri berperan menstabilkan tekanan darah.
Bila Anda bermasalah dengan gangguan tidur (insomnia), cobalah tiga serangkai ini. Dijamin Anda akan bisa tidur nyenyak.
Ada berbagai macam cara mengolahnya :
Direbus atau Dijus
Kangkung dan seledri dapat dikonsumsi sebagai sayuran, sedangkan pala bisa dibuat sirop atau manisan. Ketiga bahan tersebut bisa diramu untuk mengatasi gangguan tidur.
Bagaimana caranya? misalnya masing-masing 1 genggam daun kangkung dan seledri basah serta pala secukupnya. Dalam bentuk kering, kurang lebih beratnya sekitar 3-10 gram.
Rebusan
Cuci bersih dua genggam kangkung yang telah dibersihkan bagian batang bawahnya, dua genggam seledri, dan pala secukupnya. Panaskan tiga gelas air sampai mendidih. Selanjutnya masukkan ketiga bahan tersebut dan tunggu sampai airnya tinggal satu gelas. Bisa ditambahkan satu sendok teh madu bila suka. Minum ramuan ini setelah makan malam atau sebelum tidur.
Jus
Cuci bersih satu genggam kangkung segar yang telah dibersihkan batang bawahnya, satu genggam seledri, dan pala secukupnya. Ketiga bahan tersebut dimasukkan ke dalam blender yang telah diisi satu setengah gelas air.
Setelah dijus, Anda dapat menyaringnya dan menambahkan satu sendok teh madu atau susu secukupnya agar lebih manis. Jika ingin lebih segar, tambahkan es batu. Minum sesudah makan malam atau sesaat sebelum tidur.
sumber : http://gugling.com/obat-tidur-alami-atasi-insomnia.html
Langganan:
Postingan (Atom)